Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, SENGETI- Kisruh rencana Pembangunan Lotte Mart yang ada di Desa Mendalo Darat Kecamatan Jaluko terus berlanjut, kali ini kisruh permasalahan perizinan perusahaan grosir ini mulai di soroti banyak pihak salah satunya pihak DPRD Muaro Jambi.

DPRD Muaro Jambi melalui surat resminya meminta Pihak Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (PMTSP) untuk melakukan penundaan pengeluaran proses perizinan pembangunan tersebut karena dinilai masih banyak masalah yang belum terselesaikan.

Surat ini ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Muaro Jambi Yuli Setia Bakti, dimana dalam surat ini DPRD meminta pihak Dinas PMTSP Muaro Jambi untuk menunda mengeluarkan izin karena sesuai hasil pertemuan Dewan dengan lintas Instansi seperti PUPR, PMTSP, Perkim dan DLH Muaro Jambi.

Alasan penundaan pengeluaran izin ini dikarenakan Lokasi Lotte mart yang ada di Desa Mendalo darat tidak sesuai dengan Rekomendasi Perizinan dari Penataan Ruang dari TKPRD Muaro Jambi.

Sekretaris TKPRD Muaro Jambi, Yultasmi SE ST MM saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan hasil telaah terkait rencana Pembangunan Lotte mart tersebut.

"Iya sesuai permintaan PMTPS kami melakukan telaah rencana Pembangunan Lotte mart tersebut, dan hasil telaahnya sudah kami sampaikan, dimana isinya antara lain masih banyak catatan teknis yang harus dipenuhi oleh Lotte mart saat akan membangun tempat tersebut, diantaranya itu adalah daerah cekungan yang harus dipikirkan terlebih dahulu sistem keluar masuk air di wilayah tersebut,"ujar Yultasmi.

Namun, terkait surat dari DPRD Muaro Jambi yang meminta Penundaan Pengeluaran izin, Yultasmi mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.

"Kalau surat itu saya tidak tahu, itu ranahnya DPRD, yang jelas hasil telaah telah kami sampaikan, jika mereka sudah memenuhi catatan yang kami minta maka silahkan dilanjutkan proses perizinan dan pembangunannya,"pungkas Yultasmi.

Sementara itu, Ketua DPRD Muaro Jambi Yuli Setia Bakti saat dikonfirmasi terkait surat tersebut belum memberikan jawaban, meski WAnya aktif namun pertanyaana media daring ini belum dijawab oleh politikus PDIP tersebut. (era)


Komentar

Berita Terkait

Polisi Mulai Cari Penyebab Karhutla di PT Kharisma

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Sarolangun Meningkat

9 Ha Lahan PT Kharisma di Kemingking Dalam Dilalap Api

Penelitian Situs Perahu Kuno Lambur Dilanjutkan

Enam Kecamatan di Tebo Rawan Karhutla

Rekomendasi




add images