“Sementara ini kebanyakan tipenya adalah L, ini adalah yang baru dengan beberapa pengecualian,” ujar Herawati.
Herawati mengatakan data urutan keseluruhan genom virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 berguna untuk bisa melihat mutasi yang terjadi dan mencari perubahan protein spike dari virus itu.
“Untuk itu, kegiatan “whole genom sequencing” dari virus SARS-CoV-2 masih terus dilaksanakan di Indonesia,” ungkapnya.
Data urutan genom dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat digunakan untuk tahap pemilihan fragmen virus untuk pembuatan vaksin. Informasi genetik virus yang diperoleh dari data WGS akan dapat memberikan informasi tentang karakter virus SARS-CoV-2 termasuk secara spesifik virus yang beredar di Indonesia.
Informasi genetik virus itu juga berguna untuk memonitor evolusi virus, melacak rute transmisi dan penyebaran, menentukan kecepatan virus beradaptasi saat menyebar di Indonesia, mengidentifikasi target untuk terapi dan vaksin serta memprediksi ancaman pandemi berikutnya.
“Genom sequences memungkinkan para peneliti mengembangkan target obat dan vaksin yang tepat,” ujarnya.
Per 31 Juli 2020, pangkalan data GISAID menampung 69.607 data virus SARS-CoV-2 dari 84 negara di dunia.
Dan hingga 13.51 WIB pada 28 Agustus 2020, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi GISAID, ada sebanyak 91.757 urutan genom yang masuk ke bank data GISAID dari berbagai negara di dunia.
Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro meminta agar seluruh komunitas riset dan inovasi serta lembaga yang melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan harus memperkuat kolaborasi riset dan menghilangkan egoisme keilmuan.
“Tidak boleh ada namanya egoisme keilmuan,” katanya.
Bambang mengatakan semua disiplin ilmu harus saling mengisi untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa, termasuk pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.
“Saat ini sesuai kebutuhan kita benar-benar berupaya mencari segala macam cara untuk menangani pandemi, baik vaksin, obat, alat kesehatan, berbagai terapi yang diperlukan agar pandemi ini segera teratasi,” ujarnya.
Dia mengapresiasi seluruh peneliti dan ilmuwan yang mendedikasikan ilmu, waktu dan energi untuk menangani permasalahan bangsa terutama pandemi COVID-19.
“Saya harapkan sinergi dan kolaborasi antara individu peneliti dan antarlembaga,” tuturnya.(gw/fin)
Sumber: www.fin.co.id
