Putri sang kyai menyaksikan momen bersejarah itu dari bilik kamarnya. Begitu Cek Endra, sebagai saksi menyatakan proses nikah itu "sah", gemuruh takbir, tahmid, dan sholawat langsung membumbung.
Barulah si mempelai wanita diboyong keluar. Ia langsung duduk di sebelah Widodo, yang baru saja sah menjadi imamnya itu.
Keduanya tampak bahagia. Si wanita langsung bersalaman dan mencium tangan suaminya. Kedua mempelai itu lantas bersimpuh di hadapan kedua orang tua, termasuk Cek Endra.
"Alhamdulillah...prosesi akad nikah berlangsung lancar. Saya mendoakan semoga kedua mempelai hidup bahagia, sakinah, mawaddah warohmah,"kata Cek Endra.
Ia mengaku ikut terharu menjadi saksi nikahan putri alamrhum sang kyai.
"Tadi sempat merinding sewaktu mempelai pria membaca Al Qur'an. Suaranya indah. Membuat hati kita yang hadir bergetar,"ujarnya.
Warga dan kekuarga besar ponpes Al Fattah mendoakan Cek Endra sukses menjadi Gubernur.
"Semoga beliau selalu diberikan kesehatan. Selalu dalam lindunganNya. Dimudahkan jalannya. Dipercaya oleh rakyat untuk menjadi pemimpin yang amanah. Amin allohumma Amin...." Ujar Gus Hajar, kakak kandung mempelai wanita.
Menjelang siang, Ratu Munawaroh tiba. Acara dilanjutkan dengan resepsi. Oleh mempelai wanita, Cek Endra diminta menyampaikan tunjuk ajar. Puncak resepsi ditandai dengan ramah tamah.
Ahlul bait sempat meminta Ratu Munawaroh melantunkan sebuah lagu. Rupanya, Ratu punya historikal dengan keluarga besar Gus Hajar. Abang kandung Ratu adalah sahabat Gus Hajar. Keduanya sama-sama di persilatan pagar nusa.
Tetamu langsung terpukau menengok Ratu melantunkan lagu. Beberapa warga terlihat merekam aksi sang Ratu.
Sebelum beranjak, Cek Endra dan Bu Ratu Munawaroh sempat dikerumuni warga. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur itu meladeni warga yang berduyun-duyun meminta swafoto.
Cek Endra dan Ratu beringsut setelah melempar salam.(*/wan)
