iklan Kamar dalam salah satu rumah di Kelurahan Bagan Pete yang ditempati terduga jaringan teroris selama tinggal di Kota Jambi.
Kamar dalam salah satu rumah di Kelurahan Bagan Pete yang ditempati terduga jaringan teroris selama tinggal di Kota Jambi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - SM, Isteri dari MS yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror bersama satu orang rekannya berinisial Y, terduga teroris di Kota Jambi meyakini suaminya tidak terlibat dengan jaringan teroris.

SM mengaku, dirinya dan suaminya menerima terduga teroris Y dirumahnya lantaran Y menelpon suaminya dan mengatakan akan berkunjung ke Jambi, dan menginap di rumahnya yang berada di RT 01, Bagan Pete, Alam Barajo, Kota Jambi.

Katanya, terduga teroris Y, mengaku datang ke Jambi untuk ikut mengembangkan usaha pabrik roti rumahan, yang sudah berjalan lama, menjadi usahanya bersama sang suami.

"Saya yakin 100%, suami saya hanya kena imbasnya. Dia tidak pernah neko-neko dan dia terbuka orangnya, semua hal pasti diceritakan ke saya mas,” kata SM, saat ditemui di kediamannya, Senin (7/12) siang.

Dia mengatakan, Y merupakan teman lama sang suami, sejak masih lajang. Hal tersebut membuat dirinya dan sang suami tidak menaruh curiga, bahwa Y terlibat jaringan terorisme, sehingga ikut menyeret sang suami. 

“Kami juga salah, pas dia datang kami tidak melapor ke pak RT, sekarang kami malah kena imbasnya,” tambahnya.

Dua minggu berada di rumahnya, kata SM, Y memang terkesan sedikit tertutup, Y tidur sendiri di dalam kamar di rumahnya. Namun demikian, tidak ada hal mencurigakan dari terduga teroris Y. 

SM mengetahui sang suami diamankan Tim Densus 88 Antiteror, saat polisi menyambangi rumahnya, dan langsung memriksa kamar yang ditempati oleh Y. Katanya, sang suami diamankan saat sedang membeli tiket pesawat Y, untuk kembali ke Payakumbuh, Sumatera Barat.

Sementara itu, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengaku menyerahkan informasi tersebut ke Mabes Polri. Katanya, hal tersebut bukan menjadi wewenangnya, dalam memberi keterangan. "Itu bukan domain saya, itu dari Mabes Polri," katanya. (scn)


Berita Terkait



add images