“Kemudian dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja katedral Jolo, Filipina. Di mana, pelaku merupakan kelompok jamaah Villa Mutiara,” jelasnya.
Hingga pada Oktober 2020 lalu, kedua teroris yang tewas tertembak oleh Tim Densus 88 di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar ini aktif melakukan kegiatan tembak menembak.
“Mulai bulan Oktober 2020 lalu secara rutin melakukan latihan menembak dan naik gunug atau idat,” jelasnya.
Diketahui, ada 20 teroris dari jaringan Jemaah Asharut Daulah (JAD) di Sulsel diamankan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Dua di antaranya tewas tertembak yakni MR dan SA tadi.
Sedangkan satu di antaranya lagi terkena luka tembak akibat melawan aparat saat hendak ditangkap di kawasan Perumahan Villa Mutiara, Jalan Boulevard, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. (Ishak/fajar)
Sumber: fajar.co.id
