Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperian) Abdul Rochim mengatakan, akan menekan impor dengan mengoptimalkan hasil pertanian dalam negeri agar memiliki nilai tambah, serta mampu menjadi penopang industri nasional.
Guna mendorong upaya tersebut, dilakukan sinergi antara Kemenperin dan Kementerian Pertanian (Kementan). “Sinergi ini untuk mendukung pembangunan serta pengembangan agroindustri,” kata Abdul Rochim.
Rochim mengatakan, ruang lingkup kesepakatan bersama meliputi peningkatan produksi, peningkatan mutu, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian sebagai bahan baku industri, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Lalu, peningkatan jejaring kemitraan usaha pertanian dengan industri, pertukaran data dan informasi, sinergi regulasi dan standar dalam pengembangan, serta pembangunan agribisnis dan agroindustri.
“Industri agro merupakan subsektor industri pengolahan nonmigas yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam perekonomian nasional, sehingga kinerjanya harus dioptimalkan,” tutur Rochim. (din/fin)
Sumber: Fin.co.id
