Ilustrasi.
Ilustrasi.

Seandainya pun kapten kapal Ever Given memerintahkan pengereman, kapal pun tidak akan bisa menghindar dari kejadian itu. Tepian Timur Terusan Suez bukan 3 kilometer di depan, tapi hanya kurang dari 100 meter.

Dengan jarak sedekat itu, rem tidak ada gunanya. Apalagi memang tidak ada rem di sebuah kapal. Yang ada adalah baling-baling. Yang kalau diputar ke kanan kapal bergerak maju. Kalau diputar ke kiri kapal bergerak mundur. Atau sebaliknya?

Yang disebut rem kapal adalah mengubah arah baling-baling. Tapi harus ada instruksi dari kapten kapal di anjungan atas ke kepala kamar mesin di perut bawah kapal. Lewat sistem komunikasi antar mereka.

Baling-baling kapal Ever Given sendiri tak terbayangkan: panjang bilah baling-balingnya 9,6 meter. Ada enam bilah. Yang harus mengaduk air laut untuk bergerak maju atau mundur.

Mungkin, pagi itu –seandainya pun ada instruksi kapten untuk membalik arah baling-baling –kapal sudah keburu menabrak tepian sebelum arah baling-balingnya sempat diubah.

Yang serbabesar memang lebih sulit dikendalikan: termasuk kepala besar –eh, besar kepala. (*)


Komentar

Berita Terkait

DISWAY : Ratri 02 dan 02

DISWAY : Cing Ming

DISWAY : Wuhan Suez

DISWAY : Jalan Memutar

DISWAY : Konvalesen Monica

DISWAY : Bintang Dunia

DISWAY : Paus-Ayatollah

DISWAY : Target Terowongan

Rekomendasi




add images


Warning: Unterminated comment starting line 75 in /home/jambiupddd2020/public_html/ber-app/_frontend/views/v_footer.php on line 75