Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Hingga akhir bulan April 2021, sebagian Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG) di triwulan empat pada tahun 2020 lalu belum juga dibayarkan. Pembayaran tertunda, lantaran dana yang tersedia di BPKAD Sarolangun pada saat itu tidak mencukupi.

Murtoyo, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sarolangun mengatakan, jika jumlah guru penerima sertifikasi Se Kabupaten Sarolangun sebanyak 1.063 orang dengan total anggaran yang harus dibayarkan sebesar Rp 12.533.268.200, sedangkan waktu itu anggaran yang tersedia di BPKAD sebesar Rp. 11.105.733.900, berarti ada kekurangan dana sebesar Rp.1.427.534.300.

Tahun 2020 lalu, guru penerima sertifikasi yang dibayarkan pada triwulan ke empat hanya sekitar 60 persen. Dari total 1.063 orang guru, yang dibayar full sebanyak 639 orang, sedangkan 424 orang dibayar hanya dua bulan.

"Untuk guru yang hanya dibayarkan dua bulan pada tahun 2020 lalu, akan di Carry over, dan dipastikan serta dijamin oleh Pemerintah pusat akan dibayarkan satu bulan kekurangan di tahun 2021 ini,"katanya.

Sementara itu, Dian Sri Hayati, Kabid PMPTK Disdikbud Sarolangun mengatakan, jika untuk kekurangan satu bulan TSG tahun 2020 yang di carry over sudah diurus sesuai over boking Disdikbud yang diajukan ke BPKAD Sarolangun.

"Kekurangan satu bulan tersebut akan kita bayarkan langsung ke rekening guru bersangkutan, dan untuk SP2D nya sudah kita antarkan ke Bank 9 Jambi pada tanggal 27 April kemarin," sebutnya.

Dirinya juga berharap, kepada semua guru untuk bersabar,karena TSG tersebut dipastikan akan masuk ke rekening masing masing. Jika memang beberapa hari kedepan belum masuk, maka diminta guru yang bersangkutan untuk datang ke Disdikbud untuk dicari permasalahannya.

‘’Kita harap guru bersabar, karena semua kekurangan sudah masuk tinggal menunggu pihak bank yang mentransfer ke rekeningnya, karena ini terkait masalah sistem dari pihak bank," pungkasnya. (hnd)


Komentar

Rekomendasi




add images