JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Kondisi Covid-19 Provinsi Jambi sepertinya semakin mengkhawatirkan. Betapa tidak, pada rilis terbaru satgas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi (15/6) terdapat tiga Kabupaten/Kota yang masuk zona merah (risiko tinggi) Covid-19.

Zona ini berlaku hingga seminggu ke depan atau hingga 22 Juni mendatang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, untuk zona terbaru ini berdasarkan penilitian tim pakar pada perkembangan Covid tanggal 7 hingga 13 Juni.

"Hasilnya Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjab Barat," sebut Johansyah.

Ia mengakui terjadi peningkatan kasus aktif dan kematian di tiga zona merah ini. "Jumlah pasien positif meningkat dan meninggal meningkat di kota Jambi dan tanjabbar," tegas Johansyah.

“Masih banyak masyarakat yang mengabaikan Covid-19, sehingga masyarakat bebas untuk melakukan aktivitas tanpa prokes,” tambahnya.

Johansyah menyebutkan, masyarakat juga harus peka bahwa Covid-19 sudah berdekatan dengan manusia. Sehingga jika tak waspada, bisa menyerang siapa saja. Dengan demikian, dirinya mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Akibat dari zona merah ini, Johansyah menjelaskan, tim pakar dan analis satgas Provinsi memberikan beberapa rekomendasi. Seperti masyarakat berkegiatan di rumah, perjalanan tidak diperbolehkan, dan aktivitas bisnis ditutup kecuali yang esensial seperti farmasi, supermarket bahan pokok, klinik dan SPBU. Selain itu fasilitas pendidikan ditutup dan dilakukan pembelajaran jarak jauh (pjj/daring).

"Tim Satgas Provinsi hanya memberikan rekomendasi saja, kebijakan ada di satgas kabupaten/kota," ungkapnya.

Sementara untuk wilayah lainnya semua berada di zona risiko sedang (oranye). Daerah itu yakni, Kota Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batangharo dan Kabupaten Tanjab Timur. (aba)

 


Komentar

Rekomendasi




add images