iklan

Kemudian tutur Dirpolairud, caranya melakukan aksinya seperti barter barang, tapi barang yang mereka sampaikan tidak sesuai Barang yang mereka ambil.

"Misalnya membarter makanan, tapi tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya, dan mereka juga minta jatah BBM dari setiap kapal perusahaan yang melintas di Kawasan itu,"tuturnya Dirpolairud.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pemaksaan dengan mengancam awak kapal menggunakan barang bukti tadi.

"Dengan mengancam awak kapal menggunakan sajam jenis parang untuk meminta jatah BBM untuk diperjual belikan lagi secara liar,"ucapnya.

"Sampai saat ini diketahui mereka melakukan aksinya sudah beberapa kali dalam dua bulan terakhir ini dan untuk targetnya adalah kapal-kapal perusahaan yang melintas di peraian Polda Jambi ini,"tambahnya.

Kronologis kejadiannya itu pada dua hari sebelumnya Personil Marinir Unit Kuala Tungkal menaiki TB.SA 03 / BG ASH 2308 yg berlayar tujuan Sungai Sugihan (Palembang) dengan Muatan Akasia, untuk melakukan penyamaran guna melakukan pengungkapan premanisme setelah dalam perjalanan mendekati perairan Ambang Luar Kampung Laut, dan sekira pukul 06.00 WIB hari Minggu tepat pada posisi kordinat 0°46,089' S - 103°53,545 E merapat satu unit pompong (Perahu Nadi).

Pada lambung kiri TB.SA 03 dan Naik dua org pelaku dg membawa 3 bh galon,2 berukuran 75 ltr dan 1 galon berukuran 40 ltr,namun yg terisi baru 1galon berukuran 40 ltr di kamar mesin dan dua org Pers Marnit Kuala Tungkal Langsung mengamankan pelaku,selanjut nya pelaku di amankan ke Marnit Kampung Laut.

Saat ini tersangka beserta barang bukti langsung diamankan di Mako Polairud untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,"tandasnya.(rhp).


Berita Terkait



add images