iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jambi membenarkan telah terdapat satu kasus Covid-19 varian Delta di Kabupaten Bungo. Virus mutasi corona yang cepat menular ini, dikonfirmasi langsung oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI.

 “Ternyata ada varian Delta yang sampelnya berasal dari Kabupaten Bungo yang dikirim ke Laboratorium Universitas Andalas (Sumbar) dan merekalah yang mengirimkan ke litbangkes Kemenkes RI sampelnya pada minggu kemarin,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Raflizar (1/9).

Ia menegaskan dari konfirmasi pihaknya terdapat 1 varian delta. Untuk kondisi pasien varian Delta saat ini, Raflizar menyebut pihaknya belum melakukan penelusuran data pasiennya.

“Kita sudah kontak Litbangkes dan Kadis Kesehatan Bungo, mereka bilang juga belum dapat nama pasien yang dinyatakan tercovfirmasi varian Delta ini, kita juga masih menelusuri apa masih dirawat atau tidak, kita akan telusuri juga kontak trackingnya,” kata Raflizar.

Raflizar mengharapkan identitas pasien delta ini bisa diketahui dalam 1 atau 2 hari kedepan. “Nanti akan kita telusuri apa ada keluarga yang kontak eratnya, jangan sampai meluas.

 Kemudian, kata Raflizar, pihak Litbangkes Kemenkes sudah bersurat meminta Dinkes mengirim rutin per minggu 5 sampai 10 sampel ke Kemenkes. “Ini untuk melihat apakah ada varian baru kembali di Jambi,” terangnya.

Yang terpenting, kata Raflizar pihaknya tetap waspada terutama di Bungo tempat ditemukannya varian ini. Lantaran telah ditemukan varian baru yang cepat menyebar ini Raflizar mengimbau pada masyarakat Jambi untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Ini lantaran virus ini masuk melalui mulut dan hidung. “Kemudian kita akan meningkatkan penanganan kasus, karena varian ini cepat penularannya,” tambahnya.

Di Bungo sendiri kata Raflizar terdapat dua rumah sakit rujukan Covid, ditambah dengan dua rumah sakit penangan Covid di Bungo. “Artinya untuk penanganan gejala sedang dan berat cukup, serta punya rumah isolasi terpusat di Bungo, jadi kita harapkan manfaatkan sarana di bungo,”akunya.

Untuk tanda varian corona yang telah bermutasi ini, sambung Raflizar, seperti demam, mata merah, dan diare. Parahnya lagi kematian karena mutasi virus ini sangat cepat. “Kita harus waspada termasuk meningkatkans sarana prasana di rumah sakit agar pasien pulang sembuh ,dan tak meninggal dunia,

Ia mengharapkan masyarakat dengan jhasil swab PCR positif covid agar melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat dan tak berdiam diri di rumah karena rawan menular dan rawan terjadi perbukrukan kondisi kesehatan.

Untuk pengiriman sampel ke luar Provinsi Jambi, Raflizar menyebut boleh dilakukan.

“Kita boleh kirim sampel kita Pemprov Jambi, dan juga ke UNAND. Karena data hasil spesimennya diinput di All New Record (ANR)  jadi tetap terpantau identitasnya bisa terpantau warga jambi,” katanya.

Sedangkan untuk yang kabar yang sempat heboh diumukan pada bulan lalu, terdapat 7 orang terpapar, kata Raflizar belum jelas hasilnya. “Karena rata-rata varian yang diperiksa di RSRM belum jelas delta,” pungkasnya. (pas)


Berita Terkait



add images