iklan Mulyadi
Mulyadi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pembelajaran tatap muka tingkat SD/SMP di Kota Jambi akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Pemerintah tinggal menunggu kondisi pendemi Covid-19 di Kota Jambi turun menjadi PPKM level III.

Terkait hal tersebut Dinas Pendidikan sudah menggelar rapat pimpinan dengan semua kepala sekolah (kepsek) SD dan SMP se Kota Jambi via zoom meeting. Rapat tersebut untuk memantapkan persiapan sekolah. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi mengatakan, pihaknya mengecek ulang semua sarana dan prasarana pendukung sekolah sesuai dengan kriteria yang di syaratkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tahun 2021 untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Mulyadi mengatakan, pada rapat tersebut, semua sekolah menyatakan kesiapannya untuk melakukan PTM dalam waktu dekat. Namun tetap dengan menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai protokol kesehatan. 

"Kita sudah pernah menggelar PTM selama pandemi ini, tapi kemudian ditutup lagi. Tadi Saya sudah sampaikan agar dilengkapi lagi syarat-syaratnya, seperti alat cuci tangan, alat ukur suhu, handsanitizer, tempat duduk siswa, dan sebagainya. Termasuk juga kurikulum yang akan diajarkan kepada siswa," kata Mukyadi.

Lebih lanjut Mulyadi mengatakan, pihaknya juga akan turun langsung memantau kesiapan sekolah, dengan melibatkan para pengawas sekolah. 

"Jumat (hari ini,red) kami akan turun mengecek, jika ada yang kurang tentu kita lengkapi. Intinya ketika ada kebijakan kepala daerah untuk membolehkan sekolah tatap muka, maka tinggal jalan," imbuhnya.

Apakah nantinya siswa akan bersekolah secara keseluruhan, Mulyadi menjawab tergantung level penanganan Covid-19. 

"Kalau masih berada di level 3 maka siswa yang sekolah terbatas, tapi kalau sudah berada di level 2 atau level 1, itu beda lagi kebijakannya," sebutnya.

Dalam rangka mempersiapkan PTM terbatas, disebutkan di dalam SKB 4 Menteri Tahun 2021 bahwa salah satu yang disyaratkan adalah mempersiapkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan. 

Sementara itu, untuk di Kota Jambi sendiri berdasarkan data update Covid-19 Kota Jambi per 1 September kemarin, jumlah remaja usia 12-17 tahun yang divaksin baru 33 persen atau sebanyak 19.728 orang. Padahal target yang harus divaksin sebanyak 59.400 orang. Belum banyak realisasi vaksin untuk remaja ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah belum setujunya para orang tua anaknya untuk divaksin. 

Dinas Kesehatan Kota Jambi, terus melakukan percepatan vaksinasi terhadap sektor kependidikan.

"Sesuai arahan, seluruh Puskesmas dan Rumah sakit yang ada di kota Jambi harus memprioritaskan vaksin untuk remaja usia 12 hingga 18 tahun. Sebab dalam waktu dekat kemungkinan sekolah tatap muka akan dibuka kembali," kata Kadis Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati.

Kata Ida, saat ini sudah tersedia tiga jenis pilihan vaksin, yaitu Sinovac, Moderna dan CoronaVac. Khusus untuk Sinovac tersedia 10 ribu dosis, Moderna 920 vial untuk umum, dan 513 vial untuk tenaga kesehatan. Sementara CoronaVac tersedia 5.430 dosis. (hfz)

 


Berita Terkait



add images