JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Sebagai langkah Pertamina mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup melalui program Langit Biru Pertamina mendapat tanggapan positif di Daerah.

Namun, Romi Hariyanto selaku Bupati Tanjab Timur meminta kepada pihak Pertamina agar menunda dulu pencabutan premium untuk Tanjab Timur.

Permintaan tersebut bukan tanpa dasar, banyak pertimbangan Pemerintah Daerah jika subsidi premium itu dicabut. Kalau rencana penarikan premium untuk wilayah Tanjab Timur itu dilaksanakan September 2021.

"Tapi pimpinan meminta dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi agar Kabupaten Tanjab Timur dilaksanakan yang terakhir saja," kata Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Tanjab Timur, Awaludin.

Dijelaskannya, pertimbangan Pemkab Tanjab Timur untuk menunda pencabutan premium, yakni Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM dan melalui BPH Migas sudah mengalokasikan subsidi premium sampai tahun 2021.

Kemudian kondisi ekonomi masyarakat yang sulit saat ini akibat pandemi Covid-19 juga menjadi pertimbangan. "Meskipun Pertamina memberikan diskon sebesar 1.000 rupiah dari harga BBM Pertalite, namun dampaknya cukup besar. Apalagi diskon yang diberikan bisa saja hanya Satu atau Tiga bulan berlangsung," jelasnya.

Selanjutnya, jika pencabutan premium itu dilakukan, pihaknya juga perlu waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan diperlukan pembahasan bersama wakil rakyat di DPRD Tanjab Timur, agar keputusan untuk melaksanakan hal tersebut bisa lebih baik.

"Kami meminta kepada Pertamina agar memberikan waktu untuk membahas persoalan ini, dan selanjutnya mensosialisasikannya kepada masyarakat," ungkapnya. (lan)


Komentar

Rekomendasi




add images