JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengindikasikan akan menambah persentase siswa dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sejauh ini kuota belajar dalam kelas baru diaktifkan sebanyak 50 persen dari jumlah keseluruhan.
“Kita berharap nanti jika Covid-19 berkurang dan terus menurun maka persentase siswa PTM akan kita naikkan, bahkan untuk sekolah dengan jumlah siswa kecil yang jumlahnya dibawah 100 orang, jika daya dukung sekolah dan guru cukup maka kita bolehkan untuk PTM sepenuhnya,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri.
Ia menjelaskan, PTM terbatas di Jambi telah dimulai sejak 4 Oktober. Sejauh ini kondisi 11 Kabupaten/Kota berada di level 2 PPKM.
Untuk itu, sekolah dibawah kewenangan Provinsi (SMA/SMK/SLB,red) sudah melakukan PTM semua di ruang kelas baik negeri maupun swasta.
“Semua sekolah siswanya kebanyakan masuk bergantian, untuk pengaturan pembagian (shift) masuk tergantung pada sekolah, seperti ada yang menggunakan absen ganjil genap serta bergantian hari, yang jelas sekarang masih bertahap,” katanya.
Perkembangan sejauh ini, kata Bukri, belum ada siswa yang terpapar Covid-19 sejak digulirkan PTM. Untuk saat ini, lanjutnya, Disdik tak mewajibkan guru untuk tes PCR sebelum ke sekolah. Kecuali nantinya jika ada kejadian siswa terpapar, maka orang sekelilingnya harus dilakukan rapid tes antigen.
Selain itu, kini, untuk sekolah berasrama, Bukri menyebut sudah dimulai belajar langsung.
“Khusus untuk boarding school seperti SMAN Titian Teras ini, sebelum mereka masuk memang harus di PCR semuanya, artinya yang boleh masuk siswa yang negatif Covid,” katanya.
Untuk evaluasi PTM ini, menurut Bukri terus dipantau melalui pengawas sekolah Disdik Provinsi Jamb.
“Kita tak mau kecolongan dengan adanya PTM hingga timbul klaster penyebaran Covid-19 di sekolah, pengawasan ketat tetap kita minta dari pihak sekolah,” tegasnya. (pas)
