iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Karolina Grabowska from Pexels)

Ayako menjelaskan, program ini menggabungkan pinjaman berbasis kebijakan dengan bantuan teknis dan dukungan pengetahuan yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial sehingga akan menaikkan indeks SDM Indonesia menjadi 59 persen pada 2026.

“Pinjaman digelontorkan karena Indonesia butuh tingkat pertumbuhan tahunan hingga 7 persen agar mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045,” ungkapnya.

“Untuk mencapai level negara berpenghasilan tinggi, Indonesia membutuhkan angkatan kerja yang terampil bagi transisi menuju manufaktur teknologi tinggi dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi,” pungkasnya. (der/ant/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images