JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Serapan beras petani di Kabupaten Tanjabtim yang disalurkan untuk beras ASN dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pada tahun 2021 lalu mencapai 1.243 ton per tahun.
Kabid Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjabtim, Nandang Agus Salim mengatakan, bahwa jika dirincikan untuk serapan beras ASN 377 ton dengan rata-rata serapan per bulannya sebanyak 31 ton. Sedangkan untuk serapan beras BPNT 865 ton per tahunnya.
"Jadi 1.243 ton serapan beras ASN dan BPNT adalah inovasi Pemkab Tanjabtim untuk menyerap beras petani," katanya.
Dijelaskannya, bahwa untuk beras BPNT tersebut merupakan hasil kerjasama dengan pihak Bulog untuk penyalurannya mengambil beras petani. Jadi berdasarkan kesepakatan untuk wilayah penyalurannya berada di Lima kecamatan, yakni Kecamatan Sadu, Nipah Panjang, Rantau Rasau, Berbak dan Muara Sabak Timur.
"Total serapan beras BPNT itu berdasarkan laporan dari Kordanya sebagai pihak penyalur," jelasnya.
Menurutnya, beras ASN dan penyaluran beras untuk BPNT tersebut adalah upaya Pemkab Tanjabtim dalam membantu petani memasarkan hasil panen berasnya. Pasalnya, produksi beras di Kabupaten Tanjabtim surplus, sehingga dengan adanya beras ASN dan BPNT, petani sedikit terbantu untuk penjualannya.
"Alhamdulillah, sekarang petani sudah tidak kebingungan lagi untuk menjual produksi berasnya. Kalau sebelumnya beras ASN, sekarang petani dengan adanya BPNT ini," terangnya.
Dia menambahkan, untuk kemungkinan jumlah serapan beras petani tersebut akan bertambah atau berkurang tahun 2022 ini, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, untuk beras ASN tergantung dari jika ada penambahan ASN baru dari tes CPNS. Sedangkan untuk beras BPNT memang hanya diberikan oleh Bulog untuk 5 wilayah kecamatan saja.
"Kemudian juga tergantung dari program itu sendiri. Jika terus berlanjut, maka untuk penyaluran beras BPNT yang diambil dari petani Tanjabtim akan terus dilakukan," tukasnya.
(lan)
