JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH-Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Renah Kayu Embun (RKE) Sungai Penuh dipastikan akan ditutup oleh Pemkot Sungai Penuh.
Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Kumun Debai, Oki, mengucapkan rasa syukur, telah sekian lama polemik sampah yang berlokasi di RKE akhirnya mulai menemui titik terang setelah keluarnya surat pernyataan yang ditandatangani Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Alvia Santoni. "Alhamdulillah, dengan tindakan tegas Wakil Walikota, akhirnya pembuangan sampah di RKE ditutup per 31 Mei 2022," ujar Oki.
Dijelaskannya, bahwa Polemik pembuangan sampah di RKE mulai terjadi sejak lebih kurang Tahun 2016. Bahkan, pada waktu itu tahun 2016 hingga 2018 warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, pernah melaporkan dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ada dua kasus yang dilaporkan, salah satunya Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan diduga melakukan perusakan lingkungan dengan membuat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah tanpa diolah dengan baik. Karna, TPA tersebut waktu itu tidak dilengkapi Amdal.
"Yang melaporkan waktu itu yakni Yosnesbar, perwakilan warga Kota Sungai Penuh di Gedung KPK," bebernya.
Oki menambahkan, sampah yang dibuang ke TPA mencapai 20 hingga 30 truk kendaraan per hari. Sampah tersebut, dibuang dengan cara ditimbun sehingga merusak dan mencemarkan lingkungan. "Pembuangan sampah sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Warga marah dan kesal karena berpengaruh terhadap air yang mereka gunakan sehari-hari," ungkapnya.
Bukan hanya melaporkan ke KPK, warga juga sudah melaporkan kasus ini ke Menteri KLHK Siti Nurbaya saat berkunjung ke Sungai Penuh beberapa Tahun lalu. Sayangnya, laporan tersebut sampai saat ini belum ditindaklanjuti.
"Kasus itu juga sudah warga laporkan ke Kejari Sungai Penuh, namun lagi-lagi belum mendapat respons," ucapnya
Ditegaskannya, bahwa Janji LH dulu hanya untuk satu tahun saja, namun hingga sekarang masih, artinya LH gagal mengelola sampah di Sungaipenuh secara baik.
"Untuk itu, kami sangat berharap, dibawah kepemimpinan Ahmadi dan Alvia Santoni, tempat pembuangan sampah di RKE, benar-benar ditutup," harapnya.
(adi)
