Sekali lagi, di bidang akademik, jejaring sangatlah penting untuk mendukung proses pengajaran, penelitian, seminar, penerbitan karya ilmiah dan lain sebagainya. Kolaborasi-kolaborasi kegiatan akademik tentu sangat membutuhkan jaringan yang luas agar tercipta nuansa akademik yang mumpuni. Semoga.
*EXPERIENCE*
Hidup di negeri orang itu tentulah penuh dengan suka-duka yang kemudian dapat menambah pengalaman hidup sehingga semakin bersyukur kepada Allah. Petatah-petitih orang Jambi mengatakan, _‘lamo hidup banyak diraso'. Jauh bejalan banyak tesuo’._ Pahit dan manisnya pengalaman hidup di negeri orang itu tentulah menjadi sesuatu yang berharga yang terkadang tidak bisa ditukar dengan uang. Pengalaman itu adalah sesuatu yang dirasa, dilewati dan ‘dinikmati’.
Terkadang memang yang muncul kepermukaan adalah pengalaman-pengalaman yang indah dan menarik. Bisa berkunjung ke tempat-tempat yang keren dan monumental. Tapi, sesungguhnya di balik itu banyak pula hal-hal sulit yang harus dilewati. Keringat, air mata, suka dan derita pastilah menghiasai keseharian hidup di negeri orang. Bagaimana pun pasti berat. Sekali lagi, itulah harga sebuah pengalaman.
*DOLAR*
Mahasiswa doktoral di Australia itu memegang visa belajar (student subclass 500) dengan beberapa ketentuan yang melekat. Salah satu aturannya diperbolehkan kerja paruh waktu (part-time) dengan dibatasi tidak lebih dari 40 jam per dua minggu. Pembatasan ini tentu saja agar tidak mengganggu proses perkuliahan di kampus. Juga, agar mahasiswa tidak larut dalam ‘menguber’ dolar.
Dolar di sini memang salah satu hal yang ‘menggoda’. Mau hitungannya? Secara garis besar, upah rata-rata kerja part-timer itu AUD $25 / jam. Jika dirupiahkan, Rp. 10.796 (26/3/2022) x 25 = Rp. 269.900 / jam. Jika sehari rata-rata bisa kerja paruh waktu sebanyak 5 jam, itu berarti sehari Rp. 1.349.500 / hari. Jika UMP Provinsi Jambi 2022 sebesar Rp. 2.649.034, Itu berarti setara dengan 2 hari kerja di sini. Menggiurkan!
Tapi jangan lupa, biaya hidup juga tinggi di sini. Harga barang-barang kebutuhan hidup (sembako) juga berlipat ganda. Ambil contoh harga ayam. Di sini ayam halal (ada yang tidak halal) rata-rata $7 / Kg atau setara dengan Rp. 75.572. Di Indonesia harga ayam normalnya Rp. 35.000 / Kg. Dua kali lipat! Mau dolar? Ke sini aja hehe…
Akhirnya, jauh-jauh studi ke Australia paling tidak harus nambah yang empat hal di atas. Mana yang lebih banyak bertambah, itu pilihan masing-masing. Mau nambah ilmu, jaringan, pengalaman atau dolar, silahkan. Setiap orang berbeda dan tidak boleh disamakan. Yang penting harus ada yang betambah, Aamiin.##
