iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Gubernur Jambi Al Haris terus mencari solusi untuk mengatasi polemik persoalan batu bara di Jambi. Yang teranyar, antrian panjang truk batubara menyebabkan kemacetan di SPBU. Bahkan juga disebutkan truk batubara sesuai aturan tak bisa menggunakan BBM subsidi (solar) di SPBU, dan harus beralih ke solar industri ataupun dexlite.

Melihat hal itu, nantinya pemerintah akan mengatur ketertiban angkutan batubara di negeri Jambi ini. Gubernur menyatakan awalnya harus diatur angkutan batubara harus dimiliki oleh pemilik IUP atau juga dalam naungan koperasi usaha.

“Intruksi kita ke pemilik IUP nantinya agar angkutan benar-benar dikoordinir pemiliki IUP bukan transportir,” ucap Al Haris dalam rapat penanganan batubara di Jambi.

Hal ini, kata Haris, untuk memudahkan pengaturan dan penertibannya.

Seperti angkutan batu bara harus mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di mulut tambang yang telah disediakan pemilik IUP.

“Jika semua truk bisa isi BBM di mulut tambang nanti bisa kirim alat timbang portable disana untuk hitung beban kendaraan. Nanti tugas kepolisian bisa tinggal ukur kecepatan di jalan,” tegasnya.

Untuk itu Al Haris setelah tanggal 8 April mendatang akan meminta Dirjen Minerba ESDM dengan Pemilik IUP di Jambi. “Nanti Dirjen akan berbicara ke pemilik IUP, lalu akan diikuti surat edaran dan instruksi,” jelasnya. (aba)


Berita Terkait



add images