iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Meski dapat menerobos masuk dari kawalan aparat tim gabungan kepolisian, massa dari aksi mahasiswa cipayung plus belum sempat bertemu Presiden Jokowi.

Masih pantauan di lapangan, massa dari aliansi cipayung plus berhasil menerobos masuk ke area Pasar Angso Duo. Namun massa tak bertemu Presiden Jokowi.

Ungkapan kesal dari Muhammad Awal ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Jambi saat diwawancara menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan gagal bertemu Presiden.

“Kami kan hanya ingin menyampaikan aspirasi, ini adalah bagian dari demokrasi jadi jangan dibatas-batasi begitulah,” katanya.

Selanjutnya, massa berencana akan melanjutkan aksinya di depan bandara Sulthan Thaha Jambi menjelang kepulangan Jokowi nanti.

“Tuntutan kita harus betul-betul sampai dengan bapak Presiden meskipun kita harus ke bandara karena ini merupakan wujud dari perjuangan masyarakat Jambi untuk Indonesia,” sebutnya

Ratusan massa beranjak dari Pasar Angso Duo sekira pukul 12:00 Wib dan tiba di bandara sekira pukul 12:20 Wib.

“Karena tadi kami tidak bertemu dengan bapak presiden, maka kami lanjutkan aksi di bandara,” ucap Fajar Khoirul Wakhid korlap aksi.

Sebelumnya, menyambut kedatangan Presiden RI Ir Joko Widodo di Jambi, aliansi gabungan mahasiswa cipayung plus membawa 3 tuntutan, pada Kamis (7/4).

Pantauan di lapangan, aksi Kelompok Cipayung Plus tersebut, mulai dari arah Bandara STS Jambi menuju ke arah Pasar Angso Duo.

Sekira pukul 09.00 WIB massa aksi melanjutkan perjalanan menuju Pasar Angso Duo Baru, guna menyampaikan aspirasinya di depan Presiden RI.

Adapun tuntutan dari aliansi mahasiswa membawa 3 tuntutan utama. Pertama, tolak perpanjang masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu.

Kedua, meminta stabilitas harga minyak goreng, dan bahan pokok lainnya. Sedangkan tuntutan terakhir, menolak kenaikan harga Pertamax dan menuntut ketersediaan BBM bersubsidi. (rhp).


Berita Terkait



add images