iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Tidak hanya melakukan aksi demokrasi di Pasar Angso Duo dan di Bandara STS Jambi, puluhan aliansi mahasiswa cipayung plus juga menggelar aksi bakar ban di Kawasan Simpang BI Telanaipura, Kota Jambi, pada Kamis (7/4).

Tampak di lapangan Kawasan Bundaran Simpang 3 Bank Indonesia aliansi gabungan melancarkan aksinya dengan teriakan kencang Revormasi Hidup Mahasiswa.

Asap pekat mengepul ke atas langit dari kobaran api pembakaran ban, dan massa puluhan massa berangsur bergerak menuju ke Kantor Gubernur Jambi dan Kantor DPRD Provinsi Jambi.

Berdasarkan keterangan dari salah satu massa yang ikut dalam aksi tersebut bernama Noval mengatakan bahwa, ratusan massa dari aliansi cipayung plus ini dibagi menjadi dua, sebagian ada yang berada di Bandara STS Jambi dan sebagian di Kantor Gubernur Jambi.

"Untuk tuntutannya sama bang, tetap yang 3 tadi bang, kita saat ini mau menuju ke Kantor Gubernur Jambi, setelah itu beranjak ke Kantor DPRD Provinsi Jambi," katanya.

Sebelumnya, meski dapat menerobos masuk dari kawalan aparat tim gabungan kepolisian, massa dari aksi mahasiswa cipayung plus belum sempat bertemu Presiden Jokowi.

Masih pantauan di lapangan, massa dari aliansi cipayung plus berhasil menerobos masuk ke area Pasar Angso Duo. Namun massa tak bertemu Presiden Jokowi.

Ungkapan kesal dari Muhammad Awal ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Jambi saat diwawancara menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan gagal bertemu Presiden.

“Kami kan hanya ingin menyampaikan aspirasi, ini adalah bagian dari demokrasi jadi jangan dibatas-batasi begitulah,” katanya.

Selanjutnya, massa berencana akan melanjutkan aksinya di depan bandara Sulthan Thaha Jambi menjelang kepulangan Jokowi nanti.

Untuk diketahui, menyambut kedatangan Presiden RI Ir Joko Widodo di Jambi, aliansi gabungan mahasiswa cipayung plus membawa 3 tuntutan, pada Kamis (7/4).


Adapun tuntutan dari aliansi mahasiswa membawa 3 tuntutan utama. Pertama, tolak perpanjang masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu.

Kedua, meminta stabilitas harga minyak goreng, dan bahan pokok lainnya. Sedangkan tuntutan terakhir, menolak kenaikan harga Pertamax dan menuntut ketersediaan BBM bersubsidi. (rhp).


Berita Terkait



add images