iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Perayaan Kamis Putih di sejumlah gereja di Kota Jambi berlangsung khusyuk. Hal tersebut tampak di gereja-gereja yang berada di kawasan Bagan Pete, Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis (14/4) malam.

Sejumlah umat Kristiani yang melakukan ibadah Kamis Putih di geraja di kawasan tersebut, sejak sekira pukul 18.30 WIB sudah mulai melintas dari Jalan Lintas Sumatera, Jambi Palembang menuju ke Larong Penerangan, Bagan Pete, Alam Barajo, Kota Jambi.

Di kawasan ini, setidaknya ada sekira 5 gereja yang secara bersamaan melaksanakan ibadah.

Satu di antaranya yakni Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Tanah Kanaan Jambi, yang berada di RT 19, Bagan Pete, Alam Barajo, Kota Jambi.

Di sela gedung geraja yang belum rampung pada tahap pembangunan, seluruh jemaat yang berseragam serba putih tampak khidmat dan larut sejak awal ibadah dimulai, yang malam ini dibawa oleh Pendeta Rudiat Saragih.

Lantunan lagu kristen yang diiringi oleh musik, membuat jemaat larut dalam ibadah.

Pendeta Rudiat Saragih dalam kotbahnya menyampaikan bahwa, Kamis Putih merupakan sebuah peringatan terhadap penderitaan kristus.

"Seperti Firman Tuhan malam ini dari 1 korintus 11:23-34, Kamis Putih momen untuk berkumpul dalam satu nama, untuk melihat perjalanan Tuhan Yesus di dunia," kata Rudiat, dalam kotbahnya, Kamis malam.

Kamis putih, kata Rudiat dapat dimaknai sebagai masa di mana tujan Yesus di kesempatan terakhir, bersama murid-muridnya, pada hari paskah, dan pada masa terakhirnya, Yesus dan muridnya mengadakan perjamuan paskah yang terkhir, antara Yesus dan 12 muridnya.

"Dan tepat pada hari Kamis, Yesus dan murid-muridnya melakukan perjamuan kudus yang terakhir," katanya.

Yesus dan 12 muridnya makan dan minum bersama di waktu-waktu terakhir sebelum Tuhan Yesus ditangkap, dan saat itu Tuhan mengajarkan persaudaraan yang dalam.

"Yesus mengatakan bahwa hubungan dia dan muridnya adalah hubngan yang selama-lamanya," sebut Rudiat.

Perjamuan akhir ini, sebutnya, merupakan bukti kasih Tuhan pada dunia, dan disampaikan juga bahwa, apa yang diterima Allah maka hal tersebut juga disampaikan oleh Yesus.

"Tuhan telah menyerahkan diri untuk menghapuskan dosa kita," terang Rudiat.

Perjamuan ini bukan sekedar makan dan minum, bukan sebuah permainan, tetapi jalan untuk mengenan, mengingat kembali betapa besar cinta kasih Tuhan ke pada manusia.

"Jadi kalau ada yang tidak semangat atau sepela dalam perjamuan kudus besok, maka tidak semangat mengingat perjuangan tuhan," sebutnya.

Setelah ibadah Kamis Putih, besok Jumat 15 April 2022 akan dilakukan ibadah Perjamuan Kudus.

Diketahui, dalam perayaan Minggu Paskah ini, Polda Jambi dan jajaran kerahkan 1.066 personel, yang disebar di 453 gereja di seluruh Provinsi Jambi.(*).


Berita Terkait



add images