iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi Bosar H. Pasaribu mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan pada jalan nasional yang menjadi lintasan utama mudik.

Pekerjaan seperti penutupan lubang jalan yang dalam dan membahayakan pengendara hingga pekerjaan rutin tahunan yang telah dilakukan mulai awal tahun.

Ia mengakui sebelumnya dari data tahun lalu untuk lubang setidaknya ada seribuan. Atas lubang ini telah dilakukan penutupan hingga sebelum pekan keempat April.

"Untuk penutupan lubang dilakukan berdasarkan prioritas. Yakni lubang dalam yang membahayakan pengendara.

Sedangkan lubang dangkal (aspal terkelupas) tak terlalu mengganggu akan dikerjakan setelahnya. Ini agar pekerjaan bisa selesai sebelum lebaran," ucapnya.
Prinsipnya, kata Bosar, perintah Kementerian PUPR H-10 tak ada alat di lapangan (jalan).

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi H Bakri dimintai komentarnya terkait hal ini, mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Kementerian PU, seluruh jalur mudik itu sudah harus siap selambat-selambatnya H-5 Idul Fitri. Siap dalam artian, tidak ada lagi lubang-lubang di badan jalan, agar mudik tahun ini nyaman dan lancar.

‘’Harus sudah siap semua. Itu intruksi dari Kementerian PU, termasuk jalur mudik di Provinsi Jambi,’’ katanya.

Tak hanya itu saja, H Bakri juga meminta kepada Balai Jalan Nasional untuk menstandbykan alat berat di ruas jalur mudik yang rawan longsor, seperti di jalur Bangko-Kerinci dan Jalur Sungai Penuh-Tapan.
‘’Ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada bencana alam. Diketahui, di ruas jalan itu sangat rawan terjadi longsor,’’ ujarnya.
(aba)


Berita Terkait



add images