iklan
Selain Gustina, ada beberapa orang yang menjadi korban penjualan daging ini di Perumahan Bogenville. Nuriyanti, salah satu korban yang hadir sebagai saksi, menghabiskan daging yang dijual Eli itu, bersama keluarganya. Setelah itu baru ia mengetahui bahwa yang sudah dimakannya merupakan daging babi melalui hasil uji laboratorium.

Sementara itu, saksi yang bernama M. Basri mengatakan pada hakim, bahwa ia tidak pernah bertemu dengan Eli selama 7 tahun. Juga tidak pernah menjual hewan atau daging apapun, termasuk Babi, kepada Eli.

"Saya tidak pernah menjual daging. Yang saya jual kerbau. Ini ada fotonya," katanya.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jambi, Rama mengatakan para saksi merasa tertipu dengan penjualan daging babi itu.

"Awalnya terdakwa menawarkan daging sapi, tapi yang diterima (para saksi) tidak sesuai. Ternyata daging babi," katanya.

Dirinya juga menyebutkan sumber daging babi yang dijual Wahyudi dan Eli belum diketahui pasti.

"Pengakuan dari Eli dan Wahyudi, mereka mendapatkan daging ini dari Riza. Sedangkan sudah ada surat dari dinas perdagangan bahwa Rizal ini tidak mempunyai lapak di Angso Duo," sebutnya

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Fianti Fauzan mengatakan Eli dan Wahyudi menjual daging babi dengan modus yang berbeda. Tidak menjual dengan menggunakan lapak di pasar.

"Dengan adanya kasus ini, mungkin akan kami perketat pengawasan. Sebenarnya pengawasan kami sudah ketat, namun ini adalah modus baru, yakni menawarkan daging dari rumah ke rumah," ujarnya.

Dirinyapun berharap kasus ini segera selesai, dan dalang di baling penipuan dengan menjual daging babi ini dapat diketahui.

"Kami berharap proses ini cepat. Sebenarnya Wahyudi mendapatkan daging ini dari siapa? Belum diketahui. Ini belum terungkap. Jika nanti ada pengakuan dari Wahyudi, kita berharap kasus ini berkembang lagi," harapnya.

Untuk diketahui sebelumya, setidaknya ada 30 keluarga yang menjadi korban penjualan daging tersebut. Total daging yang dibeli sekitar 63 kilogram. Puluhan keluarga itu termasuk muslim. Mereka membeli dengan tetangganya bernama Eli dan Wahyudi.(rhp).


Berita Terkait



add images