Ahmad Januarsyah menerima hadiah dari Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia
Ahmad Januarsyah menerima hadiah dari Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia

AHMAD Januarsyah, pemuda asal Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari berhasil meraih juara pertama dalam lomba Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI)Tingkat Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Jambi, berikut ulasannya.

REZA FAHLEVI, Muarabulian

MENJUARAI sebuah kompetisi tentu menjadi kebahagiaan untuk semua orang. Tak terkecuali bagi Ahmad Januarsyah. Aan (sapaan akrabnya, red) bersama teman-temannya berhasil meraih juara 1 pada  Lomba Kompetisi Film Pendek Islami  (KFPI) Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2022 dan menjadi perwakilan dari Provinsi Jambi untuk tingkat nasional.

Festival ini sendiri mengangkat tema “Ku Syiar Islam Dengan Cara ku”. Sementara, film pendek yang digarap Aan bersama teman-temannya mengambil judul 'Air Mata Ka’bah di Danau Kehidupan'.

Kepada koran ini, Aan bertutur, dalam proses pembutan film ini banyak suka duka yang dia lalui. Mulai tertundanya waktu pembuatan dikarenakan orang tuanya dirawat di rumah sakit dan kakaknya juga dalam kondisi sakit. Sementara ia harus berjibaku dengan waktu yang singkat, hanya 3 hari sebagai batas akhir pembuatan film yang harus sudah dikirim ke tim penilai.

“Alhamdulillah berkat niat ikhlas, bisa selesai dengan baik," ujarnya

Niatan pembuatan film ini memang dilandasi niat tulus untuk berdakwah melalui media.

"Dalam pembutan film ini  banyak orang-orang baik yang membantu proses demi proses hingga selesai," tuturnya.

Film ini menceritakan tentang cara berdakwah seorang penyuluh agama islam yang hidup  di pinggiran danau di sebuah desa di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Tokoh utama itu bernama Ahmad Januarsyah.

Selain berprofesi sebagai  penyuluh/pendakwah agama islam, Akhmad Januarsyah juga  seorang petani dan nelayan penangkap ikan di danau tersebut. Ia  digambarkan memiliki karakter tangguh  dalam berdakwah walau berada di pedesaan yang cukup jauh dari keramaian.

Sosok yang kuat dalam menopang ekonomi keluarganya, membiayai adik-adiknya kuliah.

Di sisi lain, salah seorang adik dari tokoh  utama  film ini yang seharusnya membantu keluarga tetapi justru terjebak dalam pergaulan yang salah.

Plot lainnya, Ustad Ahmad Januarsyah yang bercita-cita menghajikan orang tuanya juga gagal karena keterbatasan biaya.

“Berangkat haji merupakan mimpi dan cita cita dari ayah dan ibu Sang Tokoh Utama. Ini menjadi dasar dan motivasi dalam pembuatan film ini, diharapkan juga menjadi motivasi bagi para penonton di dunia nyata," jelasnya.

Kata Aan, film ini juga mengangkat tentang sebuah tempat yang bernama Danau Kehidupan yang masih sangat alami, indah dengan hasil alam yang berlimpah,  seperti ikan, sebagai sumber kehidupan.

Begitu kompleksnya plot dalam film ini diceritakan dengan tuntas dalam durasi 10 menit.

"Hanya 10 menit," katanya.

Untuk itu, Aan yang juga mantan pesepakbola sekaligus kapten Persibri Batanghari ini mengucapkan terimaksih kepada Kementerian Agama Kabupaten Batanghari, seluruh anggota penyuluh Kecamatan Muara Tembesi, Pemenerintah Desa Pulau Terkhusus Kepala Desa serta seluruh masyarakat yang ikut mensukseskan hingga film karanyanya ke luar sebagai yang terbaik.

“Terimaskasih atas doa semua pihak yang telah mensukseskan dan mendukung kegiatan ini, terutama kepada Mamak, Bapak. Abang, istri tercinta, anak-anak, adik, dan seluruh keluaraga besar yang selalu mendoakan untuk karya kecil ini," sebutnya.

Selanjutnya, filmnya ini akan diperlombakan ke tingkat nasional, diadu dengan karya-karya terbaik dari provinsi lainnya seluruh Indonesia.

"Kompetisi film ini banyak diikuti oleh youtuber-youtuber  handal dan para sutradara yang sudah terbiasa dengan dunia perfilman," pungkasnya.

(*)


Komentar




add images