JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA — Rumah pribadi Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, terlihat sepi. Rumah dua lantai itu tidak terlihat seperti sebuah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tindak pidana.
Seperti diberitakan PojokSatu.id (Jawa Pos Group), yang sangat jelas terlihat adalah tidak adanya garis polisi atau police line di rumah berlantai dua bercat krem coklat itu. Padahal, polisi selalu menggunakan garis polisi untuk menandai sebuah TKP kasus apapun.
Garis polisi dipasang agar tidak sembarang orang masuk ke dalam TKP yang ditakutkan merusak barang bukti di TKP. Karena hal itu jelas bisa makin menyulitkan proses penyelidikan dan pengungkapan sebuah kasus yang tengah ditangani.
Sementara, lampu di balkon lantai dua terlihat masih menyala meski sudah siang hari. Beberapa daun jendela juga dalam keadaan terbuka. Di sisi kiri rumah dengan pagar coklat warna khas kepolisian, terlihat ada sebuah kamera CCTV yang terpasang.
Kamera CCTV tersebut mengarah ke bagian teras depan rumah Irjen Pol Ferdy Sambo. Salah seorang satpam kompleks perumahan, Marjuki mengatakan, hanya ada satu orang yang mengurusi rumah tersebut. “Setahu saya selama ini hanya satu orang yang jaga. Laki-laki,” ujarnya, ditemui di lokasi, Selasa (12/7).
Marjuki juga mengungkap, rumah Irjen Pol Ferdy Sambo setiap harinya juga selalu sepi. Terutama saat hari-hari biasa. Fakta lain yang diungkap Marjuki adalah bahwa rumah itu jarang ditempati Ferdy Sambo dan keluarganya.
Diungkap, keluarga jenderal bintang dua itu memang sangat jarang datang ke rumah tersebut. “Setiap hari suasananya sepi. Cuma bapak, ibu. Itu kadang-kadang saja datang ke sini. Mungkin untuk istirahat,” beber Marjuki.
CCTV Rusak
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, kamera CCTV yang berada di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan rusak.
Maka itu, kata Budhi, pihaknya hanya bisa mengamankan rekaman CCTV yang ada di sekitar rumah Kadiv Propam tersebut sebagai bukti petunjuk di kasus aksi saling tembak dua anggota polisi itu.
“Kami mendapatkan bahwa di rumah tersebut memang kebetulan CCTV-nya rusak sejak dua minggu lalu, sehingga tidak dapat kami dapatkan,” ujar Budhi, Selasa (12/7).
