Jetz Herwanto, berada di Gunung Kerinci bersama para tamu.
Jetz Herwanto, berada di Gunung Kerinci bersama para tamu. (IST)

JETZ Herwanto cukup populer dikalangan pendaki hingga tour guide atau pemandu gunung di Kerinci. Pria yang akrab disapa Jetz ini sudah menggeluti profesi sebagai tour guide sejak tahun 2013.

HENDRI DEDE PUTRA, Kerinci-Sungai Penuh

IA sudah menaklukkan medan-medan gunung. Mulai dari Gunung Kerinci hingga gunung Merapi di Sumbar. Tour guide lokal asal Siulak Kerinci ini pun kini dipercaya sebagai Koordinator Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Kerinci 2022.

Berbagai tamu warga negara asing hingga lokal sudah banyak dipandu mendaki gunung olehnya. Jetz pun mengaku pekerjaan sampingan sebagai pemandu cukup menggiurkan. Satu orang tamu dikenakan tarif Rp 2,3 juta per sekali pendakian.

"Tamu asing banyak dari eropa. Ada juga dari Singapore, Malaysia, dan Thailand, " katanya saat diwawancara Jambi Ekspres, Rabu (10/8/2022).

Jetz menceritakan awal kisahnya hingga menjadi pemandu pendakian gunung. Awalnya ia hanya ikut-ikutan temannya yang hobi mendaki gunung. Karena sudah sering mendaki gunung, Jetz pun tertarik menjadi porter atau jasa pembawa fasilitas (perlengkapan) dan makanan untuk tamu saat mendaki gunung. Setelah setahun lamanya menjadi porter. Hingga pada tahun 2013 ia mulai menjadi pemandu gunung. Terutama pendakian Gunung Kerinci.

"Awal dari hobi, di Gunung sering ketemu orang luar, banyak kenalan. Jadi banyak yang minta ditemani awalnya jadi porter. Setelah itu baru jadi guide," ujarnya.

Jetz mengatakan biasanya paling ramai pengunjung setelah lebaran, momen HUT RI mulia 11 sampai 18 Agustus, serta momen tahun baru. Dia bisa membawa puluhan orang setiap bulan. Bagi tamu yang datang dari luar Kerinci, dilakukan penjemputan langsung. Dengan sistem paket tour yang ada. Misalnya tamu tiba di Bandara Minangkabau Sumbar, dijemput porter dan saat pulang diantar lagi ke bandara.

Ada tiga paket tour Gunung Kerinci yang ditawarkan Jetz lewat jasanya yang diberi nama Kerinci Paradise. Di antaranya private trip, ekslusif trip, dan combo trip atau pendakian Gunung Kerinci dan danau Gunung tujuh.

Dalam sebulan ia bisa membawa lebih dari 10 orang tamu. Dengan tarif satu orang tamu Rp 2,3 juta per dua hari sesuai paket tour yang ada. Sedangkan segala kebutuhan, seperti penginapan, jasa porter, transportasi, logistik, peralatan Gunung sudah disediakan. Tamu tinggal berangkat.

"Jadi kalau hitungan bisnis menggiurkan, makanya aku masih bertahan sebagai pemandu Gunung," ujar pria yang sudah memiliki sertifikasi dan lisensi sebagai tour guide ini.

"Sebagai guide selama yang aku jalani aku full time sebagai pendaki Gunung. Setiap bulan minimal dua trip mendaki gunung dengan membawa beberapa orang tamu, " tambahnya.

Dikatakan Jetz bahwa tamu asing maupun lokal standar servis tetap sama. Tak ada yang dibedakan. Hanya saja tarif masuk menuju gunung yang berbeda bagi WNA dan tamu lokal Indonesia.

Bagi Jetz menjadi tour guide atau pemandu wisata tak semudah yang dikira. Apalagi menjadi pemandu gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Karena mempunyai tanggungjawab besar, menyangkut keamanan dan keselamatan tamu.

"Sebagai pemandu memastikan tamu selamat, nyaman, dan yang pasti setelah naik gunung tamu berbahagia, " jelasnya.

Berpengalaman dan menguasai medan pendakian, serta paham bahasa asing agar mudahnya komunikasi menjadi nilai plus tersendiri bagi tamu. Di sisi lain seorang pemandu wajib memiliki lisensi dan sertifikasi pemandu gunung dari APGI.

(*)


Komentar




add images