JAMBIUPDATE.CO, MUARATEBO-Tiga orang warga Tebo yang diduga terpapar faham terorisme, diamankan oleh tim dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Senin (22/8) kemarin.
Adapun warga Tebo yang diamankan Densus 88 AT Jambi tersebut dengan identitas berinisial IY (33), warga Teluk Kasai Rambahan, RI dan MI warga Teluk Pandan Rambahan. Ketiganya terindikasi penganut faham dari jaringan Anshor Daulah seperti WF yang ditembak mati Densus 88 tahun 2020 lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun, salah satu terduga teroris yang berinisial IY berstatus sebagai Bendara Desa Teluk Kasai Rambahan Kecamatan Tebo Ulu.
Menurut salah satu teman IY yang juga bekerja di Kantor Desa Teluk Kasai Rambahan, IY dikenal sebagai orang yang baik dan tidak pernah nampak hal yang aneh dan mencurigakan terhadap IY. Baik itu sehari-hari maupun saat menjalani perkejaan sebagai bendahara desa. Selain itu, IY juga merupakan orang asli dan bukan pendatang.
"Saya tidak menyangka dia terlibat dengan kegiatan seperti itu," katanya.
Dirinya berharap semoga IY bisa membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kegiatan yang melawan hukum. Dirinya sangat percaya kalau IY tidak terlibat dengan kegiatan terlarang karena kesehariannya sangat baik.
"Dia berkelakuan baik, dan komunikasinya bagus dengan masyarakat sekitar," katanya.
Sedangkan yang satunya ialah RI merupakan Honorer di BPBD Tebo. Menurut teman sekantor RI di BPBD Tebo. Dirinya bahkan terkejut saat mendengar berita tersebut. Dirinya mengaku selama berteman dengan RI saat bekerja di BPBD Tebo, tidak ada hal yang mencurigakan baik peri laku maupun cara berpakaian. Bahkan sering nongkrong bersama di warung kopi sambil main domino.
"Dak Ado yang aneh, dia juga dak canggung dengan kawan-kawan lainnya," ujarnya.
Memang RI ini dulu katanya, ada hubungan keluarga dengan terduga teroris yang diamankan oleh densus 88 di Tebo ulu. Namun dirinya tidak mengetahui hubungan keluarga yang seperti apa. Bahkan RI dulunya juga sempat diamankan untuk dimintai keterangan, namun pada akhirnya dilepaskan.
"Dak ado yang aneh dan dak ado yang mencurigakan selama ini," terangnya. (bjg)
