MUHAMMAD Hidayat (20) berhasil memanfaatkan kulit kopi dan daun kopi arabika yang tidak terpakai mejadi minuman hingga memiliki nilai jual serta diminati berbagai kalangan. Seperti apa ceritanya?

HENDRI DEDE PUTRA, Kerinci-Sungai Penuh

MAHASISWA Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unja ini merupakan owner dan founder tiga brand usaha yakni Cascara Tea Kerinci, Teh Daun Kopi Kerinci (Dakoci), dan Coffee Datok. Karena pengolahannya masih manual, meskipun permintaan tinggi, Hidayat yang dibantu ibunya Nelly hanya mampu memproduksi Cascara tea 400 kotak perbulan. Dan dipasarkan di wilayah Provinsi Jambi dan Pekan Baru di beberapa cafe shop. Untuk luar wilayah provinsi Jambi penjualan  via online. 

Kepada Jambi Ekspres, Sabtu (1/10/2022) Hidayat yang beralamat di Kemantan Agung, Kecamatan Air Hangat Timur ini menceritakan awal mula membuka usahanya. Pada tahun 2020 dimana saat itu ia masih semester 3 mendapatkan tugas dari kampus oleh dosen untuk membuat sebuah minuman fungsional, dan kebetulan dia melihat di Kerinci ini kulit kopi tidak dimanfaatkan oleh masyarakat kerinci.

"Saya mencari tau apa manfaat dari kulit kopi ini ternyata banyak sekali manfaat dari kulit kopi ini. Mulai dari tinggi antioksidan, rendah Kafein, aman untuk lambung dan mengandung vitamin D yang bagus untuk kulit," katanya.

"Ibu saya yang pertama kali menemani saya mencari bahan baku. Berkeliling Kerinci mencari kulit kopi yang terbaik," tambahnya.

Tidak selesai dibatas tugas saja kemudian dia menyampaikan kepada kedua orang tua, bagaimana kalau produk ini diolah dan dikemas menarik layaknya teh celup pada umumnya untuk dipasarkan. Bahan dari Cascara Tea ini yang digunakan kulit kopi arabika kerinci, yang mana biasanya arabika ini dipetik buah merah jadi menghasilkan cita rasa yang sempurna, dan memiliki rasa sedikit manis. 

"Alhamdulillah saya langsung mendapat support dari kedua orang tua saya untuk pengembangan produk cascara tea kerinci ini untuk bisa dipasarkan di wilayah Kabupaten Kerinci. Selain memanfaatkan kulit kopi yang tidak terpakai, membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan membatu perekonomian masyarakat Kerinci yang awalnya kulit kopi ini tidak ada harga jual dan sekarang memiliki harga jual," jelasnya.

Produk cascara tea Kerinci ini memiliki 3 varian rasa, original, kayu manis, dan jahe merah. Setiap varian ini dijual dengan harga Rp 10.000 perkotak. Untuk saat ini ia hanya mampu memproduksi 400 pcs dalam sebulan dengan omset Rp 3 jutaan dalam satu bulan.

Hingga saat ini, cascara Kerinci sudah diakui negara RI dengan mendapat Hak cipta dan sertifikat halal. Bahkan sudah sering ikut promosi lewat berbagai pameran dan kegiatan. Terbaru produk cascara mendapatkan perhatian dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang memberikan sertifikat penghargaan kepada Hidayat selalu pengusaha termuda nasional dalam finalis Apresiasi Kreasi Indonesia  (AKI) 2022.

Lebih jauh dikatakan Hidayat, dalam mengembangkan usahanya dia bersama ibunya sekarang masih terkendala dengan peralatan mengolahnya yang masih manual. Sehingga belum bisa memenuhi permintaan pasar yang begitu banyak. Mereka hanya, mengandalkan beberapa blender dirumahnya untuk produksi. Tentu untuk pemasaran masih terbatas, belum mampu mengakomodir sampai muni market. 

"Kami berharap ada perhatian pemerintah   membantu kami dengan mesin pengemas teh, agar memenuhi permintaan pasar, bisa masuk di market, " terangnya. 

Sebagai seorang mahasiswa yang saat ini berada di semester 7, Hidayat mengatur waktu dalam mengembangkan usahanya. Karena pengolahannya di Kerinci, ia dibantu ibunya dan beberapa orang warga sekitar dalam produksi dan pemasaran. 

Di samping itu dia terus berinovasi dengan mengembangkan produk lain. sudah memiliki beberapa produk yaitu Teh Dakoci (Daun Kopi Kerinci) dan Coffee Datok. Produk kopi datok dan dakoci adalah minuman warisan keluarganya yang diolah dengan cara tradisional. Sehingga menciptakan rasa yang khas. Resep yang turun temurun dari datok neneknya. Kendati dua produk ini permintaannya belum sebesar Cascara Tea Kerinci. (*) 

 


Komentar




add images