iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA -- Sejarah "kejayaan" Timnas Malaysia atas Indonesia, ternyata sudah cukup lama terjadi. Timnas Malaysia di semua level umur, ternyata cukup superior dari Timnas Indonesia. 

Hal itulah yang menyebabkan rivalitas keduanya begitu memuncak, kala pertandingan antara kedua tim negara itu terjadi. 

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui dominasi Timnas Malaysia atas Timnas Indonesia sudah terjadi sejak tahun 2010. Kala itu, Malaysia memastikan gelar juara Piala AFF 2010 dengan mengalahkan Timnas Indonesia 4-2 secara agregat di final dengan sistem dua leg.

Padahal, optimisme publik Indonesia sangat tinggi sebelum final, berkaca dari kemenangan Garuda 5-1 atas Malaysia di fase grup. 

Tapi Timnas Indonesia malah kalah 0-3 di Kuala Lumpur pada leg pertama dan cuma menang 2-1 di leg kedua, di Jakarta.

Setahun berselang giliran Timnas Indonesia U-23 yang dipermalukan Malaysia di final SEA Games 2011 di Jakarta. Malaysia meraih medali emas setelah mengalahkan tuan rumah Indonesia 4-3 lewat drama adu penalti.

Tujuh tahun kemudian giliran Timnas Indonesia U-19 yang gagal. Tim asuhan Indra Sjafri kalah adu penalti 2-3 dari Malaysia setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal.

Timnas U-19 akhirnya cuma meraih peringkat ketiga dengan mengalahkan Thailand di perebutan posisi ketiga. Sementara Malaysia juara dengan mengalahkan Myanmar 4-3 di laga semifinal di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Lalu di ajang yang sama pada edisi 2022 Malaysia juara di Indonesia. Sementara Timnas Indonesia U-19 asuhan Shin Tae-yong malah tak lolos fase grup, meski disebabkan dugaan 'main mata' antara Vietnam dan Thailand di laga terakhir fase grup.

Dengan kegagalan Timnas U-17 terbaru di Kualifikasi Piala Asia U-17, maka sudah lima kali Malaysia 'berjaya' di Indonesia. Menariknya, hal itu juga diwarnai kegagalan Indonesia di negerinya sendiri

Padahal, Timnas Indonesia U-17 cuma membutuhkan hasil imbang untuk tetap di puncak Grup B babak kualifikasi. 

Namun anak asuh Bima Sakti itu malah kalah 1-5 dari Malaysia U-17. Akhirnya Timnas U-17 cuma menjadi runner-up, tapi tak masuk dalam daftar enam peringkat kedua terbaik lantaran selisih gol yang buruk (-3) .(*)


Sumber: fin.co.id

Berita Terkait



add images