Dia mengatakan, dahulu para sopir angkutan batubara dapat mengantarkan dari mulut tambang ke pelabuhan bingkar batubara yang terletak di kawasanbtalang duku hanya sehari, namun saat ini membutuhkan waktu 1 sampai 2 hari.
"Jadi otomatis untuk memenuhi target memang sulit bagi mereka, karena hambatan berada diangkutannya," katanya.
Ada beberapa kabupaten penghasil batubara, yang terbesar ada di Kabupaten Sarolangun, dan disusul beberapa kabupaten lainnya seperti Bungo, Tebo, Batanghari, Muarojambi dan Tanjung Jabung barat.
"Ini yang sudah ada Izin usaha pertambangannya," pungkasnya. (aba)
