iklan ilustrasi
ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK-Kondisi perumahan nelayan di Kecamatan Mendahara sebagian sudah ditempat sejumlah nelayan. Namun ada permasalahan yang kerap dihadapi penghuni perumahan, yakni jalan yang sering banjir akibat air pasang laut.

Banjir tersebut membuat akses satu-satunya menuju perumahan nelayan Mendahara itu menjadi rusak dan becek. Dengan kondisi itu, pemerintah kecamatan tentunya tidak tinggal diam, mengingat hal tersebut dapat mengganggu aktifitas masyarakat nelayan.

"Kami sudah usulkan ke Pemda, agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Penghuninya pun nyaman tinggal di perumahan," aku Camat Mendahara, Amri Juhardy.

Dia menjelaskan, saat ini air pasang tinggi sedang terjadi, ditambah lagi hujan turun terus menerus, yang dapat mengakibatkan jalan akan banjir terus. Dari usulan itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merespon usulan tersebut.

"Alhamdulillah ditahun ini kita dibuat tanggul di sekitar lokasi, yang dibangun secara bertahap," jelasnya.

Pembangunan tanggul ini sudah mulai dilakukan mulai dari arah perumahan nelayan hingga ke sungai 3 dengan panjang sekitar 4 KM. Diharapkan dengan pembangunan tanggul ini bisa mencegah luapan pasang tinggi air laut masuk ke kawasan perumahan tersebut.

"Saya mewakili masyarakat perumahan nelayan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tanjabtim dan instansi terkait yang telah merespon mengenai jalan tersebut," ucapnya.

Selain itu, pihak Pemerintah Kecamatan Mendahara masih berupaya usulan peningkatan jalan menuju ke perumahan nelayan dengan panjang sekitar 1 KM dapat ditingkatkan. Dari 50 unit rumah, baru sebagian yang telah ditempati.

"Penghuni perumahan nelayan itu selalu berganti-ganti. Karena, nelayan yang menempati sebelumnya ada yang kehidupannya sudah mapan dan sudah membangun rumah sendiri di luar perumahan," ungkapnya.

Amri menuturkan, saat ini Pemerintah Kecamatan Mendahara terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat untuk mencari nelayan yang belum memiliki tempat tinggal pribadi untuk bisa menempati lokasi perumahan nelayan yang masih kosong.

"Karena saat ini masih ada beberapa unit perumahan nelayan yang masih kosong. Untuk itu kami telah mencari solusi. Dari hasil verifikasi tim yang dibentuk Dinas Perikanan bekerjasama dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat, masih ada sebagian nelayan yang belum dapat. Kami sudah mengklasifikasi hal tersebut agar mereka dapat menempati rumah nelayan tersebut," tukasnya. (lan)


Berita Terkait



add images