iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Sejumlah massa yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) dan pengemudi Ojek Online (OJOL) melakukan aksi di depan kantor gubernur Jambi, Senin (31/10).

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan pendemo dalam aksi kali ini, seperti mereka menyebutkan bahwa pihak Aplikator masih melakukan pemotongan biaya aplikasi sampai 25 persen.

"Padahal sesuai aturan maksimal potongan biaya aplikasi itu hanya 15 persen, kami minta pemerintah jangan cuma basa-basi," ucap orator aksi.

Tuntutan selanjutnya mereka keberatan dengan banyaknya biaya tambahan yang dibebankan kepada pengemudi Ojol. Selanjutnya, permasalahan orderan ganda juga turut disampaikan dalam aksi ini.

"Sementara banyak rekan kita yang belum mendapatkan orderan, dan juga tidak adanya keseuaian ongkos dalam orderan ganda tersebut," tambahnya.

Salah satu perwakilan Ojol dalam orasinya juga meminta Gubernur Jambi Al Haris langsung menemui mereka.

"Tolong Gubernur Jambi Al Haris temui kami, dengar keluh kesah kami. Bukan hanya sebulan dua bulan tapi ini sudah kami alami selama beberapa tahun berturut turut," katanya.

Salah satu perwakilan Ojol meminta Gubernur Jambi Al Haris langsung menemui mereka. Namun karena Gubernur Jambi Al Haris sedang melaksanakan tugas menghadiri Acara MTQ Tingkat Provinsi Jambi ke Kota Sungai Penuh.

Para Ojol hanya ditemui olen Staf Ahli Gubernur bidang ekonomi dan pembangunan Ariansyah.

Dihadapan Staf Ahli, para Ojol menyampaikan Orasi pertama potongan komisi atau biaya sewa aplikasi ditetapkan maksimal 15 persen, namun faktanya dilapangan aplikator masih menerapkan 20 persen bahkan sampai 25 persen.

Selain itu, banyak biaya tambahan yang ditentukan sepihak oleh aplikator sehingga berimbas kepada besarnya ongkos yang dikeluarkan oleh konsumen yang juga mengakibatkan turunnya volume orderan untuk layanan angkutan penumpang.

Diterapkannya orderan ganda sementara masih banyak driver yang belum mendapatkan orderan pada saat yang sama juga tidak adanya kesesuain ongkos yang diterima driver dengan pekerjaan orderan ganda tersebut. Selanjutnya, tidak adanya kesuaian Maps pada tampilan layar aplikasi pada saat orderan masuk dengan fakta yang dijalankan oleh driver.

"Kami menolak system prioritas, anak tiri dan anak kandung," katanya.

Selain itu, para Ojol juga meminta kepada pemerintah Provinsi Jambi agar memanggil Aplikator untuk berdiskusi mencari solusi yang dihadapi para ojol selama ini.

"Apabila Pemprov tuntutan Kita tidak dipenuhi, Kita akan kembali kesini dengan kekuatan penuh," ancamnya.

Sementra itu, Ariansyah selaku Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi dan Pembangunan mengucapkan permohonan maaf karena Gubernur Jambi tidak bisa menemui para Ojol, sedang dinas ke Sungai Penuh.

"Pak Gubernur saat ini sedang di Sungai penuh, pak Gubernur menghadiri acara MTQ tingkat Provinsi Jambi. Saya di sini mewakili Pak Gubernur," kata Ariansyah.

Menanggapi terkait dengan tuntutan para Ojol, Ariansyah menegaskan bahwa aplikator di Jambi tidak memiliki kewenangan, dia hanya Operator yang hanya menginput, sedangkan Servernya berada di Jakarta.

"Dalam waktu dekat kita akan tindak lanjuti, Pemerintah memang melindungi masyarakat tetapi tidak gegabah," katanya.

Nantinya perwakilan dari Ojol akan diajak bertemu langsung dengan Aplikator yang berada di Jakarta. "Kita pengen perwakilannya ikut, tetapi mereka masing- masing kita tidak bisa memfasilitasi mereka," katanya.

Apabila mereka tidak bisa ikut, Nanti Pihaknya akan menyampaikan kabar seutuhnya kepada para Ojol di Jambi. (aba)


Berita Terkait



add images