iklan

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI-Pemerintah Kabupaten Kerinci sudah berkali-kali mengajukan pembukaan jalur evakuasi jika terjadinya letusan Gunung Kerinci. Namun upaya pembukaan jalur tersebut selalu gagal atau belum direstui pemerintah pusat. Bahkan anggaran yang sudah disiapkan juga tak bisa direalisasikan. 

Hal ini disampaikan Bupati Kerinci saat mengunjungi dan berkoordinasi dengan petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PPAG) di Kayu Aro. 

‘‘Bahkan sempat kita anggarkan namun gagal, Gubernur Jambi juga sudah melihat langsung rencana lokasi jalur evakuasi, juga belum terealisasi, mudah-mudahan ke depan Pemerintah Pusat bisa memberi kesempatan untuk membuka jalur evakuasi ini,’‘ kata Bupati.

Bupati menjelaskan terkait beberapa jalur yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

‘‘Jalur yang belum terealisasi adalah dari Pauh Tinggi menuju Renah Pemetik, karena melalui TNKS, kita berharap TNKS dan Pemerintah Pusat memberikan kesempatan membuka jalur evakuasi dari Pauh ke Renah Pemetik menuju Bungo,’‘ bebernya.

Sejauh ini Pemkab Kerinci baru melakukan edukasi dan simulasi kepada masyarakat Kayu Aro dimana titik kumpul apabila nanti terjadi meletusnya gunung Kerinci. Adirozal juga meminta kepada petugas PPAG untuk tetap semangat melakukan pemantauan aktivitas Gunung Kerinci ini.

‘‘Kita minta warga yang berada wilayah Gunung Kerinci untuk tetap mendengarkan informasi dari petugas,’‘ ujarnya

Adirozal juga menanyakan terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Kerinci beberapa pekan terakhir ini kepada petugas PPAG Kerinci. ‘‘Penjelasan dari petugas untuk aktivitas Gunung Kerinci sudah mulai menurun dari beberapa hari yang lalu, asap sudah mulai putih,’‘ ujarnya. (hdp)

 


Berita Terkait



add images