"Kami mencoba mengoptimalkan jalur air, Sungai Batanghari, 2 perusahaan yang sudah mencoba, Alhamdulillah lancar bisa membawa tongkang 2700 ton, artinya bisa dilalui ketika sungainya bagus," ungkap Al Haris.
Keempat, melalukan Pembatasan jumlah angkutan batubara dengan cara pembagian kuota kendaraan batubara untuk masing-masing perusahaan batubara/pemegang IUP.
Kelima, untuk angkutan batubara yang berasal dari Bungo dan Tebo diarahkan melewati rute Simpang Niam - Lubuk Kambing - Jalan WKS - Merlung - Pelabuhan Dagang.
"Kami juga sedang mendorong angkutan batubara yang melintasi Bungo Tebo ini kami meminta pihak PT WKS/Sinarmas untuk memberikan jalannya, karena ada jalan yang bisa dilalui batubara, PT WKS siap menginvestasi memberikan jalan itu, tapi ada biaaya perawatan yang diminta," papar gubernur. (aba)
