iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pascasarjana Universitas Jambi (Unja) tengah gencar meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan program doktor yang ada di lingkungannya. Upaya tersebut diwujudkan dengan kembali mengukuhkan lulusan untuk program studi doktor pendidikan MIPA.

Mahasiswa yang telah resmi menyandang gelar doktor bidang Pendidikan MIPA itu yakni Sutrimo setelah melalui ujian terbuka promosi doktor yang dipimpin ketua sidang yakni Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S yang merupakan Direktur Pascasarjana Unja.

Dengan mengangkat judul disertasi "Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Bermasalah Budaya Jambi Terintegrasi Literasi Matematika, Argumentasi dan Berpikir Kritis Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis" Sutrimo dinyatakan lulus dengan nilai sempurna yakni dengan IPK 3,99.

Ini setelah pria kelahiran Bandar Jaya 15 September 1995 ini melewati ujian terbuka dihadapan para penguji. Ia mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik dan lancar.

Direktur Pascasarjana Unja, Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S menyampaikan, bahwa memang matematika ini sangat luas lingkupnya. Bahkan budaya pun juga masuk dalam lingkup penelitian daripada mahasiswa ini.

"Alhamdulillah hari ini ada seorang anak muda sudah bisa meraih gelar Doktor. Kita bangga, ini merupakan lulusan ke-14 dari program studi ini," katanya. 

Dia menyebutkan, ini merupakan suatu gambaran bahwa sesungguhnya program Doktor MIPA adalah program doktor yang memang kualifet. Ini dapat dilihat dari proses ujian terbuka tadi betapa pertanyaan dari para penguji cukup terperinci.

"Proses tanya jawab yang luar biasa dan semua itu mampu dijawab dengan baik oleh Sutrimo," bebernya.

Selain itu, hak ini juga memperkuat bahwa program Doktor MIPA yang merupakan bagian dari pascasarjana ini pantas mendapatkan akreditasi unggul. "Baru saja program dokter MIPA ini mendapatkan akreditasi unggul dari lembaga akreditasi mandiri bidang pendidikan," tegasnya.

Terkait dengan penelitian yang digali oleh Sutrimo, Dia mengaku kedepannya dapat diimplementasikan dengan baik di dunia pendidikan.

"Karena sebagus apapun hasil penelitian, jika mereka tidak bisa diaplikasikan dan tidak bisa diimplementasikan itu artinya hasilnya itu tidak bermanfaat," tukasnya.

Sementara itu, usai menjalani proses ujian promosi, Sutrimo, menyampaikan rasa syukurnya atas capaiannya hingga bisa menyelesaikan study tersebut.

"Terimakasih kami kepada seluruh pihak yang telah membantu, membimbing, mengarahkan dan juga mendoakan sehingga saya bisa mencapai di titik akhir," sampainya.

Dengan berbagai kekurangan, yang mana orang tuanya yang hidup dengan penuh kesederhanaan bahkan dengan pendidikan yang sangat rendah mampu mendorongnya hingga lulus program Doktor.

"Bahkan SD saja tidak selesai, namun kegigihan agar kami terus belajar hingga sampai di titik ini sangat luar biasa. Ada doa yang tidak pernah putus yang didapatkan dari bapak dan ibu," kata Sutrimo yang merupakan Guru di SMPN 8 Tanjabtim tersebut.

Dia juga mengaku bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukung cita-citanya."Semoga dengan capaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar bagi saya kedepannya," tukasnya. (wan)


Berita Terkait



add images