JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK- Diawal tahun biasanya kondisi cuaca di Kabupaten Tanjabtim, menjadi ektrem. Terlebih lagi bagi wilayah yang berada di pesisir pantai juga menjadi kekhawatiran. Bahkan, dengan kondisi cuaca hujan dan angin kencang dapat menyebabkan gelombang air laut jadi tinggi.
"Imbauan gelombang tinggi itu berdasarkan surat yang kita terima dari BMKG Provinsi Jambi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, Helmi melalui Sekretarisnya, Indra Gunawan.
Indra menjelaskan, isi dari surat dari tersebut peringatan dini untuk cuaca di perairan Kabupaten Tanjabtim terutama di Selat Berhala menuju ke Pulau Berhala dan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kondisinya cukup ekstrim.
"Kondisi cuaca ekstrim tersebut diprediksi akan terjadi hingga tanggal 3 Januari 2023, namun bisa juga melebihi batas waktu yang kita prediksikan," jelasnya.
Surat dari BMKG itu lah, menjadi dasar imbauan yang akan disampaikan ke wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabtim. Maka dari itu, masyarakat atau pun nelayan harus tetap waspada jika sedang beraktifitas di laut atau di sungai Batanghari.
"Kalau untuk sekarang, yang ingin liburan ke Pulau Berhala agar untuk menunda terlebih dahulu, atau berhati-hati
Indra juga menambahkan, dari hasil pemantauan pihak BMKG, kecepatan angin di wilayah perairan di Kabupaten Tanjabtim bisa mencapai 35 knot lebih per harinya. Ada 4 kecamatan yang berada di wilayah pesisir, seperti Kecamatan Kuala Jambi, Nipah Panjang, Sadu dan Mendahara.
"Imbauan ini diharapkan dapat direspon oleh masyarakat dan nelayan, agar apa yang tidak diinginkan tidak terjadi," tukasnya.(lan)
