iklan

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK- Dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Tanjabtim telah melakukan pengecekan dan menginventarisir peralatan damkar dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Kapolres Tanjabtim, AKBP Hery S mengatakan, bahwa di tahun 2023 ini iklim akan lebih kering dibanding dengan tahun 2022. Sehingga BMKG memprediksikan akan terjadi peningkatan potensi karhutla seperti yang terjadi pada tahun 2019 silam.

"Jika cuaca sudah mulai panas, kita akan memberikan pelatihan kembali kepada personil dan masyarakat, sehingga nanti mereka siap dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla," katanya.

Selain itu, Polres Tanjabtim juga sudah melakukan sidak dan mengecek peralatan damkar di beberapa perusahaan, diantaranya PT. WKS, PT. EWF dan lain-lain. Intinya pihaknya akan turun langsung ke semua perusahan, untuk mengecek kesiapan perusahaan, baik itu peralatan maupun personil.

"Diawal tahun 2023 ini, di Kabupaten Tanjabtim sendiri belum ada yang terpantau titik api yang muncul. Akan tetapi, belum lama ini ada muncul, tapi berada di wilayah Kabupaten Tanjabbar," jelasnya.

Tentunya kepada masyarakat, Dirinya mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara dibakar itu dilarang, dan ada pidananya. Pihaknya akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak ada masyarakat yang dipenjara karena membakar lahan. "Di musim kemarau membuka lahan dengan cara dibakar, tentu akan menimbulkan masalah, jadi masyarakat harus berhati-hati," ungkapnya.

Di Kabupaten Tanjabtim sendiri, ada beberapa kecamatan yang dianggap titik rawan terjadinya karhutla, seperti Kecamatan Dendang, Sadu, Berbak dan lain-lain. Artinya, di kecamatan-kecamatan tersebut pihaknya akan melakukan tressing lebih awal."Jadi jika sudah mulai terjadi kemarau, petugas-petugas itu semuanya sudah siap," tukasnya. (lan)


Berita Terkait



add images