Ternyata, dari keterangan Danrem 042 Garuda Putih Jambi, evakuasi menggunakan stretcher ke helikopter memang beresiko tinggi. Jadi harus ada tandem yang memegangi dari bawah.
‘’Itu sangat beresiko. Pak Kapolda kan berbaring, beliau tidak bisa duduk, sehingga harus ditarik menggunakan stretcher yang bisa muat ke Super Puma. Harus ada tandem (yang memegangi, red), kalau tidak, bisa terlempar ke luar,’’ jelas Danrem.
Anggota TNI AU dari Kopasgat yang melakukan itu merupakan orang pilihan yang sudah terbiasa melakukan evakuasi di medan-medan berat.
‘’Mereka sudah punya pengalaman dan sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Ini orang-orang pilihan,’’ jelas Danrem. (pas)
