iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Persoalan banjir di Kota Jambi belum bisa teratasi. Selain pemukiman dan jalan protokol, banjir akibat turunnya hujan deras tersebut juga merendam fasilitas pendidikan. Salah satunya SDN 98 di Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Sekolah tersebut selalu menjadi langganan banjir saat turun hujan. Terakhir saat hujan Selasa (18/7) lalu, sekolah tersebut tergenang.

Menyikapi hal tersebut, anggota komisi IV DPRD Kota Jambi Zayadi mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait persoalan tersebut.

Dalam waktu dekat pihaknya akan membuat agenda untuk mengajak Dinas Pendidikan Kota Jambi turun melihat kondisi sekolah itu.

"Kami akan koordinasikan dulu di Komisi IV DPRD Kota Jambi," kata Zayadi.

Diungkapkan Zayadi, di Kota Jambi saat ini untuk pembangunan fisik berada pada Dinas PUPR, termasuk pekerjaan fisik penanggulangan banjir, untuk itu diminta ada koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengatasi persoalan ini.

"Leading sektornya Dinas Pendidikan, mereka harus koordinasi bersama PUPR untuk konteks penanggulangan banjirnya," sebut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

"Kita ajak lintas sektor kesana. Itu harus segera, harus ada saluran air yang baik," tambahnya.

Persoalan terkait pendidikan ini merupakan perioritas, segera ditangani bagaimana dalam waktu dekat ada ada solusi, ketika hujan deras air tidak tergenang lagi disana.

"Kami juga sudah menyampaikan ke Disdik untuk mapping sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Kota Jambi, juga sekolah yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Termasuk juga SMPN 2 itu  banjir akhir-akhir ini," katanya.

"Kita minta diknas punya data lengkap terkait itu. Sejauh ini diknas belum ada lapor data berapa jumlah sekolah yang menjadi proritas diperbaiki dan sekolah terdampak banjir ini," ungkap Zayadi.

"Kalau datanya ada, nanti bisa kita lakukan survey dengan melibatkan pihak perencanaan (Bappeda) dan PUPR," tambahnya.

Dinas Pendidikan Kota Jambi saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut tidak ada jawaban, Kepala Dinas Pendidikan yang dihubungi wartawan Jambi Ekspres (induk jambiupdate.co) via handphone bernada tidak aktif, saat dikirim pesan via Whatsapp tidak memberi jawaban.

Terpisah, Sekretaris PUPR Kota Jambi, Yunius saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke SDN 98 tersebut.

Hasil dari tinjuauan lapangan dengan dengan camera atas (drone) kata Yunius, di SDN 98 itu sungainya terjadi liku yang tidak wajar.

"Menjelang ke jembatan dekat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi, air yang dari hulu sungai asam menuju ke SDN 98 dulu, berputar disana, baru ke aliran jembatan," katanya, Rabu (19/7).

"Pasti akan terjadi tumpahan ke SDN 98, karena SD tersebut semacam lubuk, jadi air menumpuk dulu di sudut sekolah tersebut," jelasnya.

Solusinya sebut Yunius, ada lahan seluas 1 hektare dibelakang SDN 98 tersbebut harus dibebaskan.

"Dibeli oleh bagian pemerintahan, kemudian kita bangun tanggul. Lahan itulah yang dijadikan kolam retensi untuk mengatasi air disana. Solusinya cuma itu, lahan harus dibeli," katanya.

"Kita menunggu bagian pememerintahan membeli lahan tersebut. Kalau itu tidak dibeli, tidak ada penyelesaian banjir disana," pungkasnya.

(hfz)


Berita Terkait



add images