JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Kantor Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi akan direncanakan pindah ke tanah yang dihibahkan Pemprov untuk mengembangkan tipe institusi.
Hal itu lantaran kantor saat ini tak memungkinkan untuk dikembangkan dan ditambah bangunan laboratorium.
Kepala BPOM Jambi Veronica Ginting mengakui kantor yang ada saat ini di kawasan Telanaipura tak memenuhi syarat untuk dikembangkan menjadi setingkat eselon II.
"Ini karena kantor saat ini dibawah 4.000 meter dan tak bisa lagi dikembangkan, karena Syaratnya harus diatas itu," terangnya.
Pihaknya akan memulai tahapan pengajuan hibah tanah setelah Pemprov merespon positif permintaan BPOM.
"Nanti akan dikembangkan menjadi Balai Besae POM Jambi," ucap Veronica.
Dikatakannya, pihaknya akan meminta persetujuan BPOM pusat. "Harus ada tanda terima dari Kepala Badan POM (Pusat) menerima tanah dari Pemprov Jambi," akunya.
Ia mengatakan akan banyak tahapan untuk memulai membangun kantor baru, mulai dari pengurusan tanah yang dihibahkan ke BPN. Selanjutnya akan melakukan pengajuan anggaran kepada instansi pusat. "Tidak dalam waktu setahun ini selesai, tapi akan berproses, setelah kami terima akan kami ajukan Blue Printnya untuk membuat Balai Besar POM di Jambi," terangnya.
Rencananya, Gubernur akan memberikan setengah Hektar tanah berlokasi di belakang Dinas PUPR Provinsi di Kota Baru Kota Jambi.
"Nanti yang akan dibangun pertama Laboratorium, nanti kita buat Blue printnya dan diajukan reviewnya ke DPR RI. Kami bersemangat didukung," katanya.
Adapun Gubernur Jambi Al Haris menyatakan pihaknya, bakal memberikan hibah tanah demi kepentingan pengujian obat dan makanan di Provinsi Jambi. "Kita memiliki tanah seperti di Kota Baru, silakan mereka ajukan," kata Haris.
Gubernur menyebut BPOM penting untuk dikembangkan sebagai institusi yang memastikan kesehatan obat dan makanan di Jambi sebelum dinikmati masyarakat. "Karena banyak kejadian di Jambi orang tua beli obat hanya sembuh sementara. Untuk itu penting peran BPOM untuk menguji kelayakannya sebelum dimakan oleh masyarakat. Untuk itu warga Jambi kita himbau menggunakan BPOM dengan baik untuk menguji makanan, obat dan kosmetik untuk mencegah kerugian ditengah masyarakat," terang Haris.
(aan)
