JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Tim gabungan penyelesaian kendala lahan Tol Jambi dari Pemprov, Pemkab Muaro Jambi dan BPN masih turun ke lapangan untuk mengkaji solusinya.
Tim gabungan itu diberikan waktu 2 minggu atau hingga 4 Agustus oleh Gubernur Jambi untuk mengkaji langkah-langkah yang akan diambil.
Penjabat Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan awal ke lokasi.
"Kadis PUPR Muaro Jambi melaporkan kemarin sore, tim masih turun ke lapangan," sebutnya.
Di lokasi itu, kata Dia, didapati fasilitas umum seperti MIN (Madrasah/Sekolah), kuburan. Selain itu ada lahan yang diminta Kementerian PUPR untuk akses (exit tol).
"Itu yang sedang ditinjau Kadis PU, Tim saat ini sedang bekerja, karena pak gubernur memberikan waktu hingga 2 minggu," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman memgaku sudah dilakukan komunikasi awal kepada 5 ahli waris makam, bahwasanya akan dipindahkan ke sebelahnya.
"Lalu ada juga madrasah, walaupun tidak seluruhnya kena namun dari Kepala Kemenag berpandangan tak mungkin dipindahkan sebagian nanti dicek lagi ke lapangan seperti apa," sebut Sekda.
"Juga ada Musalla yang terkena, karena lahannya direncanakan exit tol. Nanti tim bekerja dulu selama dua minggu dari tim Muaro Jambi, Pemprov termasuk BPN," sebutnya.
Sebelumnya, pada Jumat lalu (21/7) Gubernur Al Haris memimpin rapat permasalahan lahan tol Batas Betung-Tempino yang masih terkendala masuk dalam lahan fasilitas umum dan warga. Setidaknya ada 4 permasalahan yang ada di depan mata yakni belum bebasnya lahan pemakaman umum, musalla, MIN (Sekolah) dan lahan warga.
Al Haris meminta tim gabungan yang berasal dari unsur Pemprov Jambi, Pemkab Muaro Jambi dan BPN menyelesaikan masalah itu dalam waktu 2 minggu ke depan. Tim gabungan itu sebelumnya pernah bertugas saat pembebasan lahan awal terdahulu.
"Saya minta tim melihat lebih detil, berapa luas kebutuhan kita, berapa luas serta termasuk juga ada penetapan lokasi (penlok) baru untuk exit tol yang akan kita tambah di luasan lahan," kata Al Haris.
Dirinya mengharapkan secepatnya ada solusi pemindahan dari tim gabungan. "Ini harus diproses dengan cepat, tim bekerja dengan cepat laporannya baru kita ambil langkah-langkah," sebutnya.
Sementara itu, Kasatker Pembangunan Jalan bebas hambatan Provinsi Jambi Beni Kristiawan mengatakan penambahan lahan exit tol agar jalan yang dibangun untuk memenuhi kaidah tol. Karena yang dibebaskan saat awal merupakan basic desain.
"Dan yang terakhir basic desain itu perlu penyempurnaan dan kita ajukan ke Direktorat Jalan bebas hambatan perbaikannya," katanya.
Lokasi exit tol itu tetap di Desa Muaro Sebapo namun perlu lahan yang lebih lebar dan panjang. Exit tol itu menjadi satu-satunya jalan keluar dari jalan tol Batas Betung-Tempino sepanjang 14 Kilometer yang ada di Jambi.
"Untuk lebaran 50 sampai 60 meter dan panjangnya kiri dan kanan masing-masing sekitar 400 meter," pungkasnya. (aan)
