iklan Ilustrasi kebakaran lahan.
Ilustrasi kebakaran lahan.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas kebakaran lahan di Provinsi Jambi hingga 30 Juli seluas 71,83 Hektar. Jumlah itu dimulai awal tahun 2023.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Provinsi Jambi Dodi Candra mengatakan lahan mineral mendominasi kebakaran tersebut.

"Rinciannya lahan mineral seluas 63,43 hektar dan lahan gambut 8,40 hektar," jelas Dodi.

Adapun daerah terbanyak yang terbakar berasal dari Kabupaten Sarolangun seluas 22,48 Ha. Diikuti Tebo 13,90 Ha, kemudian Batanghari 13,00 Ha.

Selanjutnya Kabupaten Tanjab Barat 9,80 Ha, disusul Merangin 6,30 Ha. Lalu Kabupaten Bungo 4,25 Ha, Tanjab Timur 1,60 Ha dan Muaro Jambi 0,50 Ha. "Sejauh ini ada 3 daerah yang bebas dari kebakaran lahan. Yakni Kota Jambi, Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci," ucap Dodi.

Dodi menyatakan hingga sejauh ini kondisi Karhutla di Jambi masih terkendali. Tim satgas darat dan udara juga terus memantau keadaan dilapangan.

Ia mengakui saat ini kondisi cuaca cukup terik dan ada penambahan lahan kebakaran dari bulan Juni sebelumnya pada catatan bulan Juli.

"Untuk itu kita minta masyarakat tak membuka lahan dengan cara membakar, karena dengan situasi itu sangat berpotensi kebakaran yang meluas," pungkasnya.

(aan)


Berita Terkait



add images