iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Sebanyak 2.750 unit ruko, lapak dan kios dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi.

Ruko, lapak dan kios itu tersebar di sejumlah pasar tradisional Kota Jambi, diantaranya di Pasar Talang Banjar, Pasar Aurduri, Pasar Kasang dan kawasan Pasar Kota Jambi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Amran mengatakan, untuk jumlah ruko milik Pemkot Jambi ada sekitar 50 unit. Saat ini kondiisnya penuh disewa pedagang.

"Sistemnya sewa kalau ruko," kata Amran.

Lebih lanjut Ia menyebutkan, Dinas Perdagangan dan Perundustrian Kota Jambi menarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi dan sewa aset yang dikelola pihaknya senilai Rp 7 M. "Saat ini sudah terealisasi 50 persen. Kita usahakan target tercapai hingga akhir tahun ini," imbuhnya.

Sementara, di Pasar Aurduri, saat ini tengah dibangun sejumlah lapak untuk para pedagang, karena memang sarana pasar sebelumnya belum disediakan lapak permanen. Pedagang yang berjualan selama ini membuat lapak sendiri dengan menggunakan kayu dan papan.

"Itu sekarang tengah dibangun lapak permanen. Ada sekitar 150 unit lapak di Pasar Auduri," ungkapnya.

Para pedagang di Pasar Aurduri saat ini terpaksa harus berjualan di pelataran parkir, hingga proses pembangunan lapak permanen selesai. "Total 150 lapak di Pasar Aurduri," ujarnya.

Dengan jumlah tersebut, lapak di Pasar Aurduri bisa mengakomodir semua pedagang di sana. Namun, pada Sabtu-Minggu memang ada terjadi tambahan pedagang di Pasar Aurduri.  "Itu pedagangan dadakan. Mereka datang dari luar, dan juga bukan warga Kota Jambi. Itu yang terkadang memadati pelataran parkir pasar Auduri, karena kondis hari libur di sana ramai, jadi pedagang dari luar berdatangan," pungkasnya.

(hfz)


Berita Terkait



add images