iklan ilustrasi
ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi memantau kondisi Indeks Perkembangan Harga (IPH) empat komoditas yang mempengaruhi inflasi di Provinsi Jambi.

Empat komoditas yang dipantau diantaranya cabai merah, cabai rawit, beras dan jagung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman menyebut, pihaknya tetap mewaspadai perkembangan harga terhadap komoditas itu.

“Akhir Agustus ini kita akan melakukan langkah-langkah agar nanti bisa mengendalikan inflasi untuk periode Agustus,” kata Sekda, Senin (28/8).

Pihaknya menargetkan angka inflasi di Provinsi Jambi masih di bawah rata-rata nasional. Sejauh ini, kondisi untuk komoditas beras aman bahkan sampai akhir tahun.

“Sudah Saya tanya ke Bulog masih terkendali. Bulog juga menyampaikan sampai akhir tahun stok cadangan beras itu 1,1 juta ton cukup untuk satu tahun karena Bulog diberi mandat dari pemerintah pusat untuk mengamankan beras di tingkat nasional bahkan Provinsi Jambi pun sampai dengan akhir tahun ketersediaannya cukup,” sebut Sekda.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Kemas Muhamad Fuad mengatakan, untuk harga beras di Jambi relatif aman. "Untuk beras harga dan stoknya aman," ujarnya.

Adapun yang jadi perhatian sebelumnya adalah harga bawang merah dan bawang putih. Untuk bawang merah masih mengandalkan produksi lokal, sedangkan bawang putih berharap dari distribusi luar daerah.

Terkait sempat melonjaknya harga sampai Rp 40 Ribu beberapa waktu lalu dari harga normal Rp 30-an ribu, kata Kemas, akan disikapi lagi pada bulan baru (September) mendatang.

"Apakah akan dilakukan operasi pasar, berdasarkan kesepakatan kita bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)," terangnya.

Untuk stok bawang putih, kata Dia, juga relatif aman sama dengan kondisi bawang merah. "Untuk bawang putih rekan distributor tetap berupaya, mengkondisikan selagi stok yang ada di Jambi masih aman, walau distribusi dari luar belum masuk maka masih bisa kita stabilkan," akunya.

Ia menambahkan, harga tergolong stabil namun bisa berubah per harinya. Untuk itu, tim satgas pangan dan TPID tetap akan siaga paling tidak untuk ketersiadaan.

"Karena sifatnya ketersediaan dahulu yang diutamakan, karena jika masih tersedia maka harga nomor dua dipertimbangkan konsumen, yang penting ketersediaan dahulu yang kita penuhi," pungkasnya. (aan)


Berita Terkait



add images