JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Arus lalu lintas di kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi makin padat. Kerap terjadi kemacetan saat jam sibuk pagi dan sore hari.
Kondisi itu makin diperburuk dengan dibangun Jambi Bisnis Center (JBC), yang nanti bakal menjadi pusat keramaian jika mulai operasional.
Ada perubahan lalu lintas di kawasan tersebut, yang mulanya tiga persimpangan menjadi empat persimpangan, karena akses jalan JBC.
Wakil Ketua 1 DPRD Kota Jambi, MA Fauzi mengungkapkan, satu-satunya jalan untuk mengatasi persoalan lalu lintas kawasan tersebut yakni dibangunnya plyover.
BACA JUGA: Soal Plyover Simpang Mayang, Nasroel Yasir: Pemerintah Jangan Agak Igik
“Plyover tetap perlu, karena sudah beberapa tahun yang lalu, itu sudah menjadi perencanaan,” kata MA Fauzi.
Pembebasan lahan sebut Fauzi, tidak lagi ada masalah. Sudah selesai dikomunikasikan oleh pihak Pemkot Jambi.
“Tinggal lagi dianggarakan untuk pembangunnannya. Harusnya tahun depan sudah masuk anggaran pembangunan plyover itu,” ujarnya.
Pembangunan itu sebut Fauzi dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, Pemkot Jambi dalam hal ini membantu proses pembebasan lahan.
BACA JUGA: Pemprov Jambi Sebut Plyover Diperlukan di Simpang Mayang, Tapi Anggaran Belum Ada
Kata Fauzi, jika plyover tersebut tidak dibangun, maka akan terjadi persoalan besar mengenai arus lalu lintas.
“Pasti kemacetan akan krodit disana. Memang JBC membuat pintu keluar di kawasan Sungai Kambang, namun tetap saja dari pintu masuk yang di Simpang Mayang itu menjadi masalah nantinya,” jelas Politisi PDIP itu.
“Sudah saatnya untuk dibangun plyover. Itu Harus,” ujarnya.
