JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Akhirnya bansos beras 10 kg sampai juga ke tangan warga Kota Jambi. Tercatat ada 27.364 warga Jambi yang akan mendapatkan bansos ini.
Cuaca ekstrem el nino saat ini menjadi fenomena global yang turut berdampak pada produksi dan pasokan pangan nasional.
Pemerintahpun telah mengambil langkah intervensi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan laju inflasi.
Begitu pula di Kota Jambi, penyumbang inflasi tertinggi di Kota Jambi masih terjadi pada komoditas beras dan beberapa komoditas volatile food lainnya.
Pemerintah Kota Jambi terus berupaya keras dalam menstabilkan laju inflasi di Kota Jambi. Berbagai upaya dan inovasi telah dilakukan selama ini untuk menjaga angka inflasi yang cenderung masih fluktuatif akibat beberapa kondisi faktor.
Terutama dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga beras, kini menjadi fokus perhatian utama jajaran Pemkot Jambi.
Bersama Bulog Jambi, Pemkot Jambi menyalurkan 273,64 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diperuntukan bagi 27.364 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Jambi.
Bantuan bansos beras 10 kg atau Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa bantuan pangan beras tersebut telah disalurkan dalam beberapa tahap.
Bertempat di E-Warung Pelangi, RT 5 Kelurahan The Hok Jambi Selatan, pada Rabu pagi (13/9/2023), Wawako Maulana didampingi Kepala Bulog Kanwil Jambi, Defrizal, serahkan secara simbolis CBP untuk tahap I (Juli, Agustus dan September).
“Saat ini dan dua bulan kedepan, KPM di Kota Jambi berturut-turut akan diberikan bantuan CPP. Setiap bulannya, satu KK penerima manfaat akan mendapatkan 10 kg, dan disalurkan selama tiga bulan mendatang," kata Maulana.
Dirinya menyebutkan, penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ini sangat penting.
Selain untuk membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat terutama masyarakat yang sangat membutuhkan, bansos beras 10 kg juga untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi.
“Tujuannya menjamin ketersediaan beras bagi keluarga tidak mampu. Memastikan tidak terjadi kenaikan harga beras, serta dalam rangka menjaga inflasi supaya tidak naik,” jelasnya.
Dikatakannya, Pemkot Jambi bekerja sama dan bersinergi dengan semua pemangku kepentingan dan seluruh pihak terkait, untuk terus berupaya untuk mengendalikan kenaikan harga-harga di pasaran. Menurutnya program ini penting, terlebih dengan kondisi cuaca alam yang kurang baik.
"Panas, kemarau panjang banyak terjadi dibeberapa daerah, banyak yang gagal panen. Sehingga mengakibatkan harga beras mulai naik, sehingga pemerintah wajib peduli untuk keluarga penerima ini. Harapannya dengan beras yang didistribusikan ke masyarakat ini, tidak terjadi kenaikan harga beras dipasaran. Harapan kami, dengan program ini bisa memberikan manfaat yang besar,” tutupnya.
Bansos beras yang dibagikan kepada masyarakat, jelas Maulana merupakan jenis beras dengan kualitas premium. Sementara itu, Kadinsos Kota Jambi, Noviarman menyebutkan, program penyaluran CPP ini juga sebagai bentuk antisipasi terjadinya inflasi di tiap daerah. Khususnya di Kota Jambi. Dengan adanya bantuan ini, kata dia, masyarakat dapat mengalihkan penggunaan uang yang seharusnya untuk membeli beras terhadap kebutuhan lainnya.
“Kita harap ini dapat meminimalisir pengeluaran mereka. Tapi khusus keluarga KPM. Berasnya sudah ada di Bulog. Kita diminta membantu pelaksanaan penyalurannya, agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terang Noviarman.
Lebih lanjut, program penyaluran CPP ini sebut Noviarman, memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan untuk penanganan bencana, kerawanan pangan, kondisi darurat, serta menjaga stabilisasi harga pangan di daerah.
"Untuk pemenuhan cadangan pangan, pemerintah pusat bisa berbagi peran dengan Pemda. Bisa dalam persentase atau jenis bahan pokok yang dimiliki antara pemerintah pusat dan Pemda. Dalam hal ini, pendistribusian atau penyaluran bantuan beras ini bekerja sama dengan E-Warung. Sedangkan Bulog selaku penyedia beras," tuturnya.
Tekanan inflasi masih bisa terjadi kapan saja dan membutuhkan perhatian serius untuk ditangani dan disikapi.
