JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi terus mengupayakan penyelesaian jalan daerah yang diambil alih pusat lewat kewenangan Instruksi Presiden.
Sebab, ada dua ruas jalan yang sedang terkendala pada penyedia (Kontraktor).
Jalan itu berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Pertama, ruas Parit Selamat-Mendahara sepanjang 9 kilometer. Lalu ruas kedua dengan nama Tugu PMD hingga Kuala Jambi sepanjang 8 km.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Azwar Edie, menyatakan sejak tanda tangan kontrak dua ruas itu, tingkat kemajuan progres pekerjaan jalan berjalan lambat. Disebabkan penyedia kesulitan dalam masalah keuangan (cashflow) modal, sehingga tak mampu menyediakan sumber daya yang diperlukan dalam kegiatan tersebut sesuai yang direncanakan.
"Atas temuan itu, kita sudah melakukan upaya-upaya percepatan dengan memanggil penyedia dan rekanan berjanji melakukan upaya percepatan yang sudah ditetapkan dalam rapat itu," kata Edi.
Terkait solusi atas potensi hambatan itu, Edi menyebut pihaknya tetap mengikuti prosedur kontrak. Seperti show coast meeting (SCM) atau rapat pembuktian keterlambatan.
"Jadi ketika terlambat ada rapat pembuktian keterlambatan, SCM 1 dan SCM 2. Nanti kalau tak ada perubahan dan peningkatan, progres akan berujung putus kontrak," ucapnya.
"Dan saat ini tahapannya kita sedang dorong penyedia melaksanakan upaya percepatan yang kita arahkan," akunya.
Edi menambahkan, total untuk di Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 1 ada sebanyak 8 paket pekerjaan Inpres jalan nasional.
Untuk 6 paket jalan lainnya selain di Tanjabtim, Edi mengungkapkan terus berprogres sesuai perencanaan. Yakni kebanyakan jalan kewenangan Provinsi yang berada di Kabupaten Muaro Jambi.
"Rata-rata sudah 20 hingga 30 persen," ungkapnya.
Ia merincikan pekerjaan seperti ada paket Simpang Ahok 1, 2, dan 3 (disekitaran Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi) sudah berprogres 40 persen.
"Dari Simpang Ahok 1 dari 2,6 Kilometer sudah dicor sepanjang 2 kiloan. Kemudian Simpang Ahok 2 dari 3,8 Km sudah dicor sepanjang 1 km lebih. Kemudian Simpang Ahok 3 dari Sinpang Pasar Pramuka - Masuk Bumi Perkemahan sepanjang 7 kilometer dan progresnyq sudah 15 persen pengasapalan untuk lokasi pelebaran," katanya.
Edie menyatakan pihaknya tetap optimis pekerjaan yang diperintahkan Inpres ini selesai sesuai target waktu Desember 2023.
Adapun kendala lainnya yang berpotensi dihadapi saat ini diakui Edie seperti faktor kondisi hujan yang bisa memperlambat pekerjaan. "Namun kita lakukan percepatan sebelum musim penghujan tiba," pungkasnya.
(aan)
