JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris mengumpulkan perusahaan-perusahaan di Jambi guna melakukan evaluasi terhadap Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Jambi. Bertempat di gedung Mahligai 9 Bank Jambi, Senin (16/10) gubenur berharap forum ini bisa menjadi pendukung kegiatan nasional maupun hal sosial di Jambi.
Al Haris mengungkapkan forum CSR tersebut sudah berjalan dua tahun dan tidak menghasilkan apa-apa. Al Haris juga mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap kewajiban CSR mereka.
“Kita mengumpulkan para teman-teman pengusaha di Jambi ini dalam wadah forum CSR Jambi. Selama ini sudah berjalan dua tahun forum ini tidak menghasilkan apa-apa, Saya evaluasi, Saya undang mereka untuk melihat forum ini seperti apa, mana komitmen dari pengusaha untuk CSR, sudah dua tahun forum ini, masa dua tahun kosong kasnya tidak ada,” sampai Al Haris.
Padahal, kata Haris, ada kewajiban dari perusahaan berpartisipasi untuk CSR, dan tugas forum CSR adalah menerima sumbangan kewajiban dari perusahaan, lalu mengelola sumbangan itu untuk kegiatan sosial.
“Dan nanti forum inilah yang membaginya, digunakan untuk kemiskinan, stunting, bencana kebakaran dan hal sosial lainnya. Ada beberapa kejadian kebakaran di Tungkal, di Sarolangun kemaren ini kalau kita menunggu APBD itu lama prosesnya untuk membantu mereka, kalau forum ini punya uang kan enak menggunakan untuk kegiatan sosial, sementara forum ini sah, keberadaannya sah secara undangan-undangan,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Al Haris mengatakan Ia sengaja mengumpulkan perusahaan-perusahaan itu agar kembali membahas apa kontribusi forum CSR untuk Jambi. Termasuk untuk event nasional seperti Seleksi Tilawatil Quran dan Al Hadist yang pada 30 Oktober akan diadakan di Jambi.
“Kita harap dengan berkumpulnya mereka ini kembali dibahas sama-sama apa kontribusi forum CSR terhadap Jambi ini, jangan mereka tinggal di Jambi, berusaha di Jambi lalu kewajiban tidak mereka keluarkan, karena ada kewajiban sekian persen itu menjadi CSR yang digunakan sesuai dengan aturan kegunaannya,” sebut Al Haris.
Adapun forum CSR ini tepatnya dibentuk dan dikukuhkan oleh Gubernur Al Haris pada 11 Agustus 2022 lalu. Dimana Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jambi saat itu Yunsak El Halcon didaulat sebagai Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) / Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Jambi masa bakti 2022 – 2027.
Namun seiring waktu Yunsak El Halcon tersandung kasus hukum, dan secara jabatan di Bank Jambi masih diisi Plt Direktur Utama.
Forum TJSBLU/CSR ini sendiri merupakan sebuah forum untuk membentuk sebuah platform kesejahteraan umat, yang nantinya berusaha membangun basis sosial, Sumber Daya Alam yang berpedoman pada ISO 26000.
Saat pembentukan forum itu, juga ditemukan kendala seperti masih banyaknya perusahaan yang belum bergabung ke dalam Forum TJSBLU/CSR ini.
(aan)
