iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Tata kelola hauling batu bara yang baik serta bersinergi dengan semua pihak diharapkan tidak lagi menimbulkan korban jiwa akibat angkutan batu bara.

Ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) H Karyadi saat Rapat Kerja (Raker) ke-2 ATJ dan KPK-Pemerintah di Gedung Mahligai Bank Jambi dengan para Lurah dan Kepala Desa (Kades) Kamis (2/11).

Selain menggali informasi, Raker tersebut juga jadi ajang silaturahmi dengan para Kades dan lurah yang desa dan keluarganya terdampak hauling (kegiatan pengangkutan) batu bara.

Sebaliknya, lanjut Karyadi, bagaimana memanfaatkan potensi dari kegiatan hauling batu bara ini untuk meningkatkan sisi  ekonomi, sosial dan budaya di tengah masyarakat.

‘’Saya berharap kepada para kades dan lurah bisa bersinergi dan kita kuatkan dalam bentuk nota kesepakatan yang saling menguntungkan,’’ tambahnya.

Ketua ATJ bersama timnya dari (KPK-P) sejauh ini, juga terus berupaya mencari solusi dan formulasi mengatasi masalah angkutan batu bara di Jambi.

 Karyadi bersama timnya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemangku kebijakan, instansi terkait, hingga pemerintah desa (Pemdes) untuk menggali potensi yang bisa jadi solusi mengatasi angkutan batu bara.

Karyadi berharap melalui raker dan silaturahmi seperti ini bisa menghasilkan solusi untuk memecahkan masalah besar hauling batu bara.

‘’Kita terus berusaha merangkul semua pihak membantu pemerintah atau tata kelola hauling batu bara di Jambi bisa berjalan dengan baik dan aman bagi semua pihak,’’ katanya.

Raker yang berlangsung dari pagi hingga sore hari membuahkan beberapa kesepakatan yang selama ini menemui jalan buntu, sehingga menimbulkan banyak masalah di lapangan. Seperti kecelakaan lalulintas.

Salah satu hasil Raker tersebut adalah disepakati pembentukan Forum Komunikasi Desa dan Kelurahan terdampak Hauling Batu Bara di Jalan Umum.

Disepakati pula sanksi bagi sopir yang melanggar jam operasinonal, sopir yang blong kanan, dan tidak ada lagi pemblokiran jalan jika terjadi laka lantas yangg menimbulkan korban jiwa yang melibatkan mobil batu bara.

‘’Tentu ada konsekwensinya bagi kami yang mewakili pengusaha angkutan. Pada dasarnya kami juga bersepakat dan sudah menjalin kersama dengan beberapa desa,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kades Tebing Tinggi, Datuk Lucky yang terpilih sebagai ketua, menyambut baik terbentuknya Forum Komunikasi Desa dan Keluarahan terdampak Hauling Batu Bara di Jalan Umum ini.

‘’ Saya rasa ini langkah maju yang selama ini belum dilakukan pemerintah. Kami arapat desa sangat merasa senang dan bangga dilibatkan langsung seperti ini. Kami juga siap berkomitmen dengan kesepakatan itu demi kebaikan bersama tentunya,’’ ungkapnya.

Datuk Luky mewakili para kades dan lurah yang tergabung dalam forum ini berjanji akan semaksimal mungkin membatu program ATJ dan KPK-P.

‘’Saya rasa ini apa yang dilakukan ATJ dan KPK-P ini merupakan ide cerdas membuka lowongan kerja. Dengan adanya satgas diharapkan bisa mengurangi tingkat kecelakaan, dan sebaliknya bisa meningkatkan ekonomi di perdesaan,’’ pungkasnya.

(*)


Berita Terkait



add images